Pimpinan Grup Samsung Lee Kun-hee Meninggal Dunia, Berikut Kiprahnya Semasa Hidup

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 27 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pimpinan grup Samsung Electronics, Lee Kun-hee meninggal dunia, Minggu (25/10/2020).

Lee Kun-hee menghembuskan nafas terakhir setelah bertahun-tahun sakit.

Dikutip dari Tribunnews.com (25/10/2020), Samsung mengatakan pada pernyataannya bahwa Lee meninggal di usia 78 tahun.

Kepergiannya ditemani anggota keluarga, termasuk putranya yakni pemilik perusahaan de facto Lee Jae-yong.

Lee Kun-hee telah dirawat di rumah sakit sejak Mei 2014.

Dia mendapat perawatan intensif karena menderita serangan jantung.

Akhirnya perusahaan Samsung langsung dialihkan ke Lee Jae-yong.

Samsung merupakan perusahaan terbesar di Korea Selatan.

“Kami semua di Samsung akan menghargai ingatannya dan berterima kasih atas perjalanan yang kami bagi dengannya,” bunyi pernyataan Samsung.

“Pimpinan Lee adalah seorang visioner sejati yang mengubah Samsung menjadi inovator terkemuka dunia dan pembangkit tenaga industri dari bisnis lokal,” katanya.

“Warisannya akan abadi,” tambah pernyataan itu.

Peran Lee sangat besar dalam memajukan Samsung sampai sebesar saat ini.

Selama hidupnya, Samsung Electronics berkembang dari pembuat TV menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia berdasarkan pendapatannya.

Bahkan berhasil mengalahkan merek Jepang, Sony, Sharp Corp, dan Panasonic Corp dalam persaingan chip, TV, dan layar.

Selain itu juga mengalahkan Apple Inc untuk divisi smartphone-nya.

Sayangnya sepak terjang Lee sempat tersendat karena mendapat hukuman atas kejahatan menyuap presiden.

Samsung membantu ekonomi Korea Selatan, menjadi terbesar keempat di Asia.

Bisnisnya meliputi pembuatan kapal, asuransi jiwa, konstruksi, hotel, pengoperasian taman hiburan, dan banyak lagi.

Samsung Electronics sendiri menyumbang 20 persen dari modal pasar di pasar saham utama Korea Selatan.

Lee meninggalkan kekayaan yang sangat besar, Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai USD 16 miliar (Rp 234,4 triliun) per Januari 2017.

Warga Korea Selatan bangga dengan kesuksesan Samsung secara global.

Namun juga prihatin karena perusahaan dan keluarga Lee seakan berada di atas hukum dan berpengaruh di hampir setiap sudut masyarakat.

Pada tahun 1996, Lee dijatuhi hukuman percobaan dua tahun penjara atas kontribusi perusahaan kepada mantan Presiden Roh Tae-woo.

Dia kemudian diampuni dan lebih dari satu dekade kemudian tepatnya di tahun 2008, dia dihukum karena transaksi saham ilegal, penggelapan pajak, dan penyuapan yang dirancang untuk memberikan kekayaan dan kendali perusahaan kepada ketiga anaknya.

Dia menerima pengampunan presiden pada 2009 dan kembali ke manajemen Samsung pada 2010.

Samsung juga terjerat dalam skandal korupsi 2016-2017 yang menyebabkan pemakzulan dan pemenjaraan Presiden Park Geun-hye.

Para eksekutifnya, termasuk anaknya Lee diselidiki jaksa penuntut terkait dugaan penyuapan Presiden Park untuk mendapatkan dukungan pemerintah untuk transisi kepemimpinan yang mulus dari ayah ke anak. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: