Pimpinan DPR: Varian Baru Corona Sangatlah Ganas, Pemerintah Harus Aktif Tracing

FOTO: detik.com/indolinear.com
Sabtu, 2 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menlu RI Retno Marsudi mengumumkan penutupan akses masuk selama 2 minggu bagi warga negara asing (WNA) ke Tanah Air. Pimpinan DPR RI menyambut baik kebijakan pemerintah itu.

“Penutupan akses WNA. Setuju untuk mencegah penyebaran COVID,” kata Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin kepada wartawan, dilansir dari Detik.com (01/01/2021).

Azis juga menyoroti kehadiran varian baru virus Corona yang sudah mulai menyebar ke berbagai negara. Dia menilai varian baru Corona tersebut sangat ganas dan cepat menyebar.

“Varian ini sangat ganas, menyebar sangat cepat dan varian ini menyerang receptor binding domain (RBD),” ucap Waketum Partai Golkar itu.

Karena itu, Azis pun mendorong agar pemerintah aktif melakukan tracing. Khususnya, terhadap WNA dan WNI yang memasuki ke Indonesia.

“Maka DPR mendesak agar pemerintah aktif melakukan contact tracing terhadap WNA maupun WNI yang baru-baru ini memasuki Indonesia dari luar negeri, khususnya dari Inggris dan Eropa” ujar Azis.

Azis juga menyebut ancaman varian virus baru Corona adalah hal yang nyata. Dia mengimbau masyarakat agar semakin mematuhi protokol kesehatan.

“Ancaman varian baru COVID-19 yang semula ditemukan di Inggris adalah nyata. Saya memohon agar masyarakat dapat menanggapi hal ini dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam penerapan protokol kesehatan” ujar Azis.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan hal serupa. Ia menilai kebijakan yang diambil pemerintah sudah tepat.

“Tindakan yang dilakukan pemerintah sudah tepat untuk preventif pencegahan masuk virus tersebut dari luar,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan.

Kendati demikian, Ketua Harian Partai Gerindra itu meminta pemerintah memikirkan tindakan selanjutnya untuk mengantisipasi virus varian baru Corona. Salah satunya terkait efektivitas vaksin Sinovac.

“Namun perlu dipikirkan juga langkah taktis setelah 14 hari termasuk pengecekan soal keefektifan vaksin Sinovac terhadap virus varian baru ini,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah melarang warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia mulai 1 hingga 14 Januari 2021 guna mencegah strain virus Corona baru. Namun terdapat pengecualian bagi WNA yang bisa masuk ke Indonesia.

“Penutupan sementara perjalanan WNA ke Indonesia dikecualikan,” kata Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Setpres, Senin (28/12).

Retno mengatakan pengecualian ini diberlakukan bagi pejabat setingkat menteri yang akan melakukan kunjungan. Namun nantinya para pejabat ini tetap diharuskan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Bagi kunjungan resmi pejabat setingkat menteri ke atas dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Retno. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: