Pilot India Yadav Bikin Pesawat di Atap Rumah

sindonewscom/indolinear.com
Jumat, 10 November 2017
loading...

Indolinear.com – Amol Yadav mengumumkan kepada seluruh temannya bahwa dia ingin memproduksi pesawat di atap rumahnya di Mumbai, India tujuh tahun lalu. Dia juga akan memberitahukan keluarganya kalau dia akan menurunkan pesawatnya jika sudah jadi.

Yadav yang juga seorang pilot benar-benar mewujudkan ambisinya membuat pesawat. Dia mewujudkan mimpinya di apartemen keluarganya berlantai lima yang dihuni 19 anggota keluarga besarnya. Rumah itu tidak memiliki lift.

Dia juga menghadapi kesulitan mengangkut mesin, kompresor ke lantai atas, tapi semuanya dilakukan dengan cara manual. Di tengah panas dan polusi Kota Mumbai, Yadav dan tim teknisi terus bekerja keras membangun pesawat. Mereka kerja di tempat berukuran 111,5 meter persegi atau setengah lapangan tenis.

Pada Februari tahun lalu, pesawat enam kursi buatan Yadav pun jadi dan terwujud. “Itu merupakan pesawat pertama yang dibuat di rumah di India,” ujar Yadav.

Mesin pesawat itu, menurut Yadav, bisa membuat pesawat itu terbang hingga ketinggian 3.920 meter. Tangki bahan bakar bisa membuat pesawat tersebut mampu terbang sejauh 324 km per jam. “Kini kita akan membawa pesawat itu turun dari atap dan menunjukkannya kepada masyarakat,” ujar Yadav,41.

Apa yang dilakukan Yadav merupakan bentuk implementasi dari kebijakan Make in India yang digelorakan Perdana Menteri India Narendra Modi. Program itu bertujuan agar menjadikan Mumbai sebagai pusat manufaktur dunia.

Yadav pun ingin menampilkan pesawat buatannya di pameran bertajuk Make in India. Dibantu anggota keluarga yang lain, Yadav menurunkan pesawat itu dengan crane dari atap rumahnya. Pesawat berhasil diturunkan dan dibawa dengan truk ke lokasi pameran Make in India.

Kini Yadav mengungkapkan siap memproduksi pesawat buatan India secara komersial. Dia juga sudah mendapatkan investor yang tertarik bergabung bersamanya. Pemerintahan lokal telah menyiapkan tanah seluas 157 hektare sebagai pabrik untuk membuat pesawat ala Yadav.

“Saya percaya jika pabrik ini didukung investor dan pemerintah, kita bisa memproduksi pesawat kecil dan meningkatkan konektivitas serta memberikan lapangan pekerjaan,” ujar Yadav.

Mimpi Yadav untuk mendirikan pionir di industri penerbangan domestik India akan terwujud. Namun demikian, agar pesawat buatan Yadav bisa terbang, dia harus menunggu izin dari regulator penerbangan India. Izin itu bisa keluar minimal enam tahun. Selain itu, dia juga harus menunggu proses sertifikasi agar pesawat itu dinilai layak terbang.

“Mereka mengubah aturan sehingga membuat saya semakin frustrasi,” ujar Yadav. Pihak regulator penebangan India mengklaim mereka perlu memeriksa desain dan proses pengembangan pesawat buatan amatir tersebut. (Gie)