Peugeot Mengincar Konsumen Yang Naik Kelas Dari Merek Jepang

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 10 Juli 2019

Indolinear.com, Jakarta – Peugeot kembali menancapkan bisnisnya di pasar otomotif Tanah Air, dengan meluncurkan satu model baru, 5008. Bahkan, model ini diklaim bakal menjadi tulang punggung penjualan pabrikan asal Prancis ini di Indonesia, bersanding dengan 3008.

Dijelaskan Fredy Jeo, Head of Sales PT Astra International – Peugeot Sales Operation (Peugeot Indonesia), pihaknya yakin 5008 dapat diterima pasar dengan baik.

“Strategi kita, karena memang kita sudah lama tidak terdengar kita ingin menaikan brand awareness. Dengan spesifikasi oke, dan harga yang kompetitif, kita yakin diterima dengan baik, dan sekarang bagaimana konsumen tahu kita masih ada,” jelas Fredy saat berbincang dengan Liputan6.com, di sela-sela test drive Peugeot 5008, di BSD, Tangerang Selatan, dilansir dari Liputan6.com (08/07/2019).

Lanjut Fredy, untuk positioning Peugeot sendiri, ingin menjadikan merek ini pilihan selanjutnya bagi konsumen mobil premium Jepang. Jadi, pabrikan berlambang singa ini, menyasar konsumen Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Mazda CX-5, dan Honda CR-V yang ingin naik kelas.

“Positioning kita ke arah sana, dan bagi calon konsumen yang mungkin sudah bosan dengan mobil premium Jepang, namun untuk ke BMW atau Mercedes-Benz masih terlalu tinggi atau jauh,” tegasnya.

Niche Market

Sebelumnya Rokky Irvayandi, Chief Executive Peugeot Indonesia, segmen yang diincar Peugeot adalah segmen luxury. “Itu kan kita mencari market yang masih bisa dimasukkan, atau yang kosong. Memang niche market, dan bukan pasar besar tapi itu ada dan Peugeot masih punya tempat di situ,” tegasnya.

Alasan lain, masih banyak konsumen die hard atau penggemar berat Peugeot di Indonesia. Jadi, meskipun saat ini segmennya lebih tinggi dibanding sebelumnya, masih banyak calon konsumen yang mampu untuk membeli Peugeot. Terlebih, masih ada konsumen mobil Jepang, yang memang bisa naik kelas untuk memilih mobil Eropa.

“Sebelum ke merek Eropa yang mainstream, ada yang ke Peugeot terlebih dahulu. Karena kita lihat, jarak harga mobil Jepang ke Eropa masih ada tempat di tengah yang bisa disasar Peugeot,” pungkasnya. (Uli)