Petaka Sepotong Arang di Konstantinopel Turki, 900 Orang Tewas

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 1 Juli 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Konstantinopel – Sejarah mencatat Tanggal 5 Juni 1870, 150 tahun yang lalu, sebuah petaka memorak-porandakan Konstantinopel. Kota di Turki yang saat ini dikenal sebagai Istanbul.

Mengutip dari Liputan6.com (29/06/2020), diceritakan bahwa sebagian besar Kota Konstantinopel, Turki, terbakar pada 5 Juni 1870.

Seorang gadis muda yang membawa sepotong arang panas ke dapur keluarganya di sebuah panci besi dilaporkan tersandung, membuat arang ke luar jendela dan terpental ke atap rumah yang berdekatan. Api dengan cepat menyebar di Jalan Feridje, salah satu jalan raya utama Konstantinopel.

Petaka pun terjadi. Wilayah yang banyak dihuni umat Kristen di kota itu dengan cepat dilahap si jago merah.

Warga berbagai kelompok etnis yang menyebut kota itu rumah berupaya bahu-membahu memadamkan api. Kendati demikian, angin kencang membuat kobaran api menyebar dengan cepat.

Area seluas satu mil persegi di kota dekat Selat Bosporus hancur. Hanya bangunan batu, sebagian besar gereja dan rumah sakit, yang selamat dari kebakaran.

Ketika api padam dan asap akhirnya hilang, 3.000 rumah di Konstantinopel Turki dinyatakan hancur. Sementara 900 orang dilaporkan tewas.

Pada tahun 1887, Edmondo de Amicis menerbitkan mungkin kisah terbaik dari bencana di sebuah kota Turki ini dalam buku berjudul Constantinople. (Uli)

Sekarang Turki menjadi negara tujuan untuk berwisata. Banyak tempat-tempat indah yang wajib dikunjungi ketika kesana. Tempat apa saja itu, berikut ulasannya.

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: