Peserta Parkam 2019 Responsif Bahas Kinerja Anggota Dewan

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Jumat, 15 November 2019

Indolinear.com, Aceh – Para mahasiswa peserta acara Parlemen Kampus 2019 yang digelar di Universitas Syiah Kuala  (Unsyiah), Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, terlihat sangat antusias dan responsif dalam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI itu. Parlemen Kampus kali ini mengangkat tema ‘Urgensi Peran Mahasiswa Terhadap Pemberantasan Narkotika’.

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI Y.O.I Tahapari mengatakan, banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para mahasiswa yang bersifat kritis dan membangun, khususnya yang terkait dengan rapat – rapat yang dilaksanakan oleh wakil rakyat di Senayan.

“Salah satunya terkait masalah pencekalan yang sempat dibahas dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama pemerintah,” ucap pria yang akran disapa Hanny itu usai menyampaikan materi dan menjelaskan tentang tata cara persidangan dan pengambilan keputusan di DPR RI, di Provinsi Aceh, dilansir dari Dpr.go.id (14/11/2019).

Hanny menjelaskan, tujuan dari diadakannya acara Parkam 2019 adalah untuk memberikan pengetahuan tentang materi persidangan dan rapat-rapat agar dapat diketahui oleh masyarakat kampus. “Karena materi ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat kampus, khususnya tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Anggota DPR RI di kantornya,” jelasnya.

Selama ini, sambung Hanny, mereka hanya mengetahui sidang-sidang yang dilaksanakan itu hanya melalui media. Setjen DPR RI ingin memberitahukan kepada masyarakat kampus agar para mahasiswa yang juga kaum milenial mengerti dan paham tentang tugas dan fungsi Anggota DPR RI.

“Tujuan dari diadakannya acara Parlemen Kampus tersebut sudah mencapai sasaran, yaitu kami mengajak masyarakat kampus atau civitas akademika untuk dapat lebih mengetahui dan memahami tentang kinerja DPR RI. Dan diharapkan mereka nantinya dapat mengambil sebuah manfaat dari kegiatan ini. Mungkin saja suatu saat mereka menjadi Anggota DPR RI dan mereka sudah mengenal apa yang menjadi tugas dan kewajiban sebagai Anggota DPR RI,” ujarnya.

Terkait dengan tema yang diangkat dalam parlemen kampus 2019, ia mengatakan, masalah narkotika adalah termasuk isu yang terus berkembang. Narkoba juga merupakan sesuatu yang bisa membahayakan bagi keberlangsungan suatu bangsa.  “Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh negara-negara maju dan berkembang,  apabila masalah narkoba ini dibiarkan maka hal itu akan merusak keberlangsungan dari suatu bangsa dan negara melalui generasi mudanya,” tandasnya.

Dikatakannya, dengan adanya tema pemberantasan narkotika, maka diharapkan masyarakat kampus dapat menghindari penyalahgunaan narkoba sejak dini. Sehingga mereka sebagai calon pemimpin bangsa kedepan mempunyai kekuatan lahir dan batin untuk membangun bangsa dan negara ini.

Selain dihadiri mahasiswa  Universitas Syiah Kuala, kegiatan Parlemen Kampus 2019 diikuti pula oleh seluruh universitas swasta yang berada di sekitar kota Banda Aceh. “Kami berharap masyarakat kampus bisa memberikan dukungan kepada para Anggota DPR RI dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Uli)

INDOLINEAR.TV