Pesepeda Wajib Patuhi Peraturan Lalu Lintas Termasuk APILL

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 23 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pesepeda atau goweser tetap wajib mematuhi peraturan lalu lintas jika bersepeda di jalan raya termasuk lampu lalu lintas atau dalam peraturan disebut Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Ari Wibowo, mengungkapkan masih dijumpai sejumlah pesepeda yang tidak mematuhi lalu lintas.

“Masih ada oknum yang tidak patuh, tapi banyak juga yang menaati,” ungkap Ari, dilansir dari Tribunnews.com (22/06/2020).

Ari menegaskan aturan lalu lintas tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, namun seluruh pengguna lalu lintas termasuk pesepeda.

“Pesepeda harus mematuhi rambu-rambu, patuhi lampu merah,” ungkapnya.

Ari juga mengungkapkan ada banyak hal yang harus diperhatikan pesepeda apabila memilih jalur jalan raya.

Menurut Ari, risiko keamanan bersepeda di jalan raya lebih tinggi dibanding di jalur sepi.

Seperti kecelakaan yang viral terjadi akibat pesepeda bersenggolan, Ari mengimbau agar tidak berjajar selama bersepeda.

“Kalau pun ada beberapa orang bersepeda, baiknya berurutan depan belakang, jangan berjejer,” ungkapnya.

Ari mengungkapkan berjajar bisa mengurangi kapasitas lebar jalan.

Hal itu dinilai dapat mengganggu pengguna jalan yang lain dan membahayakan para pesepada.

Pesepeda juga diharapkan dapat memilih rute yang sepi agar menambah keamanan.

“Cari rute gowes yang lebih sepi, jangan yang padat,” ujarnya.

Selain itu jika jalan raya yang dilewati memiliki jalur lambat, pesepeda lebih baik menggunakan jalur tersebut,” imbuhnya.

Namun apabila jalan tidak memiliki jalur lambat, pesepada lebih baik menggunakan lajur paling kiri.

“Menjalani masa pandemi memang harus tetap semangat, untuk itu dengan tujuan menjaga imun, monggo (silakan) apabila ingin bersepeda, namun ada beberapa catatan,”

Terapkan Protokol Kesehatan

Ari menyebut di tengah masa pandemi, protokol kesehatan tak boleh dilupakan oleh goweser.

“Protokol kesehatan harus dijalankan, seperti membawa masker dan hand sanitizer,” ungkap Ari.

Selain masker, pesepeda juga bisa mengenakan pelindung wajah atau faceshield.

“Juga jaga jarak dan jangan bergerombol di suatu titik,” ungkap Ari.

Ari mengungkapkan, kegiatan gowes di masa pandemi tidak perlu dilakukan secara massal.

“Gowes tidak perlu dilakukan secara rombongan atau massal,” ungkapnya.

Menurut Ari, terlalu banyaknya rombongan pesepada dapat menciptakan kerumunan dan dapat membahayakan jika melintasi jalan raya.

Lebih lanjut, Ari mengungkapkan agar pesepeda memperhatikan sejumlah item untuk menambah keamanan dalam bersepeda.

“Gunakan fasilitas keselamatan seperti helm, kemudian lampu depan dan belakang bila bersepeda malam hari,” ungkapnya.

Selain itu menggunakan baju yang terang juga menjadi dapat menambah keamanan pesepeda.

Akhir-akhir ini beredar sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan sebuah kecelakaan antara sejumlah pesepeda dengan sebuah motor di jalan raya.

Tampak empat orang pesepeda membentuk formasi sejajar.

Kemudian, terjadilah senggolan yang menyebabkan dua pesepeda yang berada di tengah terjatuh.

Satu di antaranya kemudian diterjang sepeda motor yang melintas dari belakang. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: