Pesawat Cebu Douglas C-47 Jatuh, Tewaskan Presiden Filipina Ramon Magsaysay

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 20 Maret 2020

Indolinear.com, Filipina – Pesawat Kepresidenan Cebu Douglas C-47 jatuh di lereng Gunung Manunggal, Filipina, pada Minggu, 17 Maret 1957.

Douglas C-47 membawa lima kru dan 22 penumpang, Presiden Filipina Ramon Magsaysay di antaranya.

Semua kru dan 21 penumpang tewas dalam kecelakaan Douglas C-47, termasuk Presiden Ramon Magsaysay.

Sebelumnya, Douglas C-47 dijadwalkan terbang dari Cebu-Lahug Airport menuju Manila-Nicols Air Base, dilansir  dari Tribunnews.com (18/03/2020).

Sekilas Cebu Douglas C-47 dan Gunung Manunggal

Pesawat kepresidenan Cebu Douglas C-47 dioperasikan oleh Hukbong Himpapawid ng Pilipinas atau Angkatan Udara Filipina.

Ditenagai dua mesin Pratt & Whitney R-1830-92, pesawat ini memiliki nomor registrasi 2100925 dan C/n / msn 19388.

Pesawat ini diberi nama menggunakan nama sebuah gunung yakni, “Mt. Pinatubo.”

Terbang perdana pada 1944 ini tidak dapat diperbaiki lagi setelah kecelakaan 1957 di Gunung Manunggal.

Gunung Manunggal memiliki ketinggian 1.003 mdpl dan berlokasi di Barangay Magsaysay, Balamban Cebu.

Gunung ini berada sekitar 35 km dari Manila-Nicols Air Base.

Kronologi

Pada Sabtu 16 Maret 1957, Presiden Ramon Magsaysay menjadi pembicara dalam berbagai acara di Cebu.

Sebelum tengah malam, Magsaysay bersama kelompoknya masuk ke pesawat “Mt. Pinatubo” di Lahug Airport.

Selain itu, pesawat ini terdapat juga membawa jurnalis, total ada lima kru dan 22 penumpang.[4]

Pesawat lepas landas sekitar pukul 00.45 pada 17 Maret, menuju ke utara.

C-47 kemudian melewati Kota Cebu dan Balamban.

Lampu di sayap pesawat masih di bawah siluet pegunungan Danao, mengindikasikan C-47 belum mencapai ketinggian yang cukup sebelum melintasi pegunungan itu.

Namun, mesin kanan kemudian kehilangan daya dan gagal bekerja.

Kru tidak dapat menjaga ketinggian yang aman dan pesawat menabrak lereng Gunung Manunggal.

Pesawat dinyatakan hilang dan ditemukan warga sekitar yang mencium asap pesawat yang jatuh.

Semua kru dan penumpang tewas kecuali seorang jurnalis Philippine Herald bernama Nestor Mata.

Penyebab kecelakaan diperkirakan karena poros penggerak dari karburator mesin kanan patah.

Hal ini membuat terjadinya kegagalan menghasilkan daya. (Uli)

INDOLINEAR.TV