Pesan Kapolri Tito kepada Peserta Perhumas di Bogor

Pojoksatuid/indolinear.com
Rabu, 29 November 2017
loading...

Indolinear.com, Bogor – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Tito Karnavian diberikan kesempatan untuk memberikan kata sambutan penutup saat menghadiri  acara rakor Persartuan Humas Seluruh Indonesia (Pehumas) yang berlangsung di IPB Internasional Confencent Center (ICC) Botani Square, Bogor.

Dalam kesempatan itu, Tito mengatakan bahwa sekarang kita menghadapi situasi iklim demokrasi yang saat ini ada kebebasan untuk berbicara, menyampaikan pendapat dan lain – lain.

Tito juga mengungkapkan perkembangan ilmu IT (informasi Teknologi) ini sangat luar biasa yang mana sekarang ini kita melihat bagaimana kuatnya peran media sebagai pilar ke 4  demokrasi khusunya media sosial.

“Ini sebetulnya bagus karena akan memberikan iklim yang transparan dalam pengelolaan bangsa negara ini termasuk pemerintah”.

“Kemudian juga cek dan balance sehingga apa yang dikerjakan oleh pemerintah diketahui oleh publik dan publik juga memberikan masukan-masukan kepada pemerintah termasuk mengawasi pemerintah, bahkan bekerjasama dengan pemerintah,” ujarnya kepada wartawan.

Lebih lanjut, Tito menegaskan, bahwa ini sangat bagus untuk iklim seperti ini tapi dampak negatif harus  waspadai jangan sampai kebebasan ini diartikan sebebas-bebasnya, melakukan apa saja dan  berbicara apa saja

“Dengan kuatnya media sosial juga, sehingga setiap orang yang memiliki akses kepada media sosial Youtube, Instagram, Facebook, WA Grup dan lain-lain ini kemudian merasa bebas-sebebasnya menyampaikan informasi yang dapat memprovokasi atau kata-kata boong”.

“Berita bohong, hoax yang dapat memecah belah bangsa dan itu tidak boleh terjadi karena bangsa kita ini bangsa sangat yang beragam”.

“Bangsa yang beragam adalah kekayaan dan karunia tuhan tapi di sisi lain juga rentan terhadap perpecahan konflik dan lain-lain, nah ini yang tidak boleh terjadi,” ucapnya.

Oleh karena itu, Lanjut Tito, kepada masyarakat jangan mudah mencerna inforamsi apapun yang masuk di media dari media konfensional maupun media sosial.

“Jangan dicaplok habis-habisan. Di cerna dulu kalau ada yang negatif atau yang provokatif yang ga nyaman klarifikasi dulu lewat sumber-sumber yang lain berpikir secara rasional di kira itu”.

“Yang kedua masyarakat juga tolong jangan mudah juga untuk menyebabkan berita-berita yang belum tentu benar Sehingga viral,” pungkasnya. (Gie)