Pertumbuhan Industri eSports Indonesia, Motor Asia Tenggara Dan Optimisme Perbankan

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Senin, 9 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dunia eSports di Indonesia akan terus berkembang dengan Tanah Air bahkan menjadi negara pendorong industri tersebut di Asia Tenggara. Tak hanya itu, dunia perbankan pun kian melihat industri eSports sebagai cara untuk menjangkau generasi berikut.

Hal tersebut merupakan beberapa kesimpulan dari diskusi bertajuk “Indonesia eSports Industry Outlook 2021” yang diprakarsai oleh EVOS eSports dengan Visa dan Bank Mandiri pada pertengahan pekan ini.

Hartman Harris, Co-founder dan Chief Business Officer EVOS eSports mengatakan kolaborasi ini merupakan wujud optimisme industri finansial dan perbankan terhadap perkembangan pesat industri eSports di Tanah Air.

“Oleh karena itu EVOS melalui industry outlook kali ini berharap dapat membantu memberi gambaran mengenai perkembangan masif industri esports, dan berkolaborasi bersama berbagai pihak untuk terus mendukung pertumbuhan industri esports,” ujar Hartman, dilansir dari Kompas.com (08/08/2021).

Potensi pasar Indonesia sebagai penggerak industri eSports di regional diungkapkan oleh Co-Founder dan Chief Marketing Officer EVOS eSports, Michael Wijaya.

“Indonesia merupakan negara pendorong utama pertumbuhan industri esport di Asia Tenggara. Dari total 274,5 juta gamers di Asia Tenggara pada 2021, Indonesia berkontribusi sekitar 43 persen terhadap jumlah total tersebut, ujarnya.

“Selain itu Indonesia juga menyumbang pendapatan terbesar senilai 2,08 miliar dollar AS (sekitar Rp 30 triliun rupiah).”

“Tingginya jumlah gamers dan jumlah pendapatan ini menjadi indikasi bahwa industri esports memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia.”

Data dari EVOS juga menunjukkan kalau 58 persen penggemar mereka dan olahraga eSports merupakan anak muda di bawah usia 18 tahun.

Sementara, 41 persen berasal dari generasi milenial berusia 19-29 tahun.

Head of Strategy & Planning Visa Indonesia, Handikin Setiawan, mengatakan pihaknya masuk ke dunia eSports agar memberikan kehadiran di kalangan yang bakal menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia pada masa mendatang.

“Segmen milenial merupakan demografi mayoritas di Indonesia,” ujarnya.

“Beberapa tahun lagi mereka akan jadi leaders. Dengan kita bisa hadir di segmen dan demografi ini, serta memberikan solusi pembayaran yang sesuai preferensi mereka secara digital, aman, cepat, diharapkan mereka bakal memiliki digital literacy.”

Berdasarkan data, terbukti bahwa di kalangan penggemar EVOS Esports sekitar 39 persen dari para penggemar esports dalam kurun waktu satu bulan rata-rata melakukan pembelian dalam game sekitar 1-3 kali.

Rata-rata pengeluaran per transaksi berada di bawah angka Rp 100.000.

Akan tetapi, terlepas dari tingginya jumlah transaksi yang terjadi, angka bisnis yang dilakukan melalui kanal perbankan masih terbilang rendah dibandingkan kanal lain.

Menanggapi rendahnya transaksi melalui kanal perbankan, representasi Bank Mandiri, Ruth Ekowati Rahayu selaku Vice President Bank Mandiri melihat ada hal yang unik.

“Kami melihat terlepas dari tingginya jumlah transaksi yang mengindikasikan adanya transaksi rutin antara gamers dan game ada kejanggalan,” ujarnya.

“Di antara berbagai kanal transaksi yang tersedia, peranan Bank masih sangat rendah dibandingkan dengan kanal lainnya seperti pulsa, dan e-wallet.”

“Adanya celah tersebut yang kemudian kami identifikasi sebagai peluang. Oleh karena itu, Bank Mandiri bekerja sama dengan salah satu organisasi esports terbesar di Asia Tenggara EVOS dan merchant payment Visa untuk mengeluarkan kartu EVOS Esports yang berfungsi sebagai kartu tanda member dan kartu debit.”

“Pemilihan EVOS sendiri sebagai rekanan kerjasama merupakan bentuk optimisme kami terhadap industri esports dan EVOS.” (Uli)