Pertarungan Lawan Ular Piton, Kalong Raksasa Dibelit Satu Jam

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 3 Mei 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Seekor kalong langsung mengalami trauma setelah selamat dari belitan ular piton dalam pertarungan hidup dan mati selama satu jam di Australia timur.

Grup Facebook Snake Catchers Brisbane & Gold Coast (SCBGC) baru-baru ini membagikan foto momen pertarungan antara flying fox atau rubah terbang dengan seekor ular piton karpet berukuran cukup besar.

Foto-foto yang dibagikan menunjukkan pertarungan seekor rubah terbang hitam dan ular piton karpet yang saling mengunci satu sama lain di dekat sebuah perumahan dekat Brisbane.

Semua berawal ketika rubah terbang dewasa berkelamin jantan yang diberi nama Morelia tertangkap oleh ular piton karpet saat sedang mencari makan.

Meski tak berbisa, tapi ular piton tersebut berusaha membunuh kelelawar raksasa itu dengan cara mencekik menggunakan lilitan tubuhnya.

Namun Morelia tidak menyerah begitu saja saat tubuhnya dibelit oleh ular piton tersebut. Rubah terbang jantan itu melakukan perlawanan dengan menggunakan giginya yang tajam.

Gigi rubah terbang yang dirancang untuk menusuk buah itu terus menggigit tubuh ular piton tersebut. Pertarungan sengit ini berlangsung cukup lama, lebih dari satu jam.

Setelah saling menggigit dan membelit, ular piton itu akhirnya menyerah. Reptil itu melepaskan belitannya, sementara rubah terbang merangkak menjauhi ular piton.

Melihat itu, petugas langsung mengambil rubah terbang itu dan memeriksa luka-lukanya. Beruntung rubah terbang itu tidak mengalami patah tulang.

Rubah terbang itu hanya mengalami luka lecet di bagian kepala. Sementara ular piton itu mendapat luka cukup banyak di bagian tubuh akibat gigitan rubah terbang itu.

” Rubah terbang menggigit ular itu sepanjang waktu selama lebih dari satu jam hingga akhirnya ular itu menyerah,” kata Bryce Lockett dari SCBGC, dilansir dari Dream.co.id (01/05/2022).

Meski hanya luka tanpa mengalami patah tulang, rubah terbang itu tampak sangat trauma dengan pengalamannya bertarung dengan ular piton itu.

” Saat ini ia sudah menikmati kehangatan dan ketenangan setelah dirawat oleh Bat Conservation & Rescue QLD.

” Morelia akan menjalani perawatan beberapa minggu sebelum dia cukup pulih untuk dilepaskan kembali ke alam liar,” tambah Lockett.

Lockett mengatakan Morelia merupakan salah satu kelelawar terbesar yang pernah diselamatkan oleh Bat Conservation & Rescue QLD karena beratnya hampir satu kilogram lebih.

Dia menambahkan gigitan rubah terbang hitam terhitung sangat kuat karena digunakan untuk menusuk buah berkulit keras yang merupakan makanan utama mereka di alam liar.

” Pertarungan ini biasa terjadi tetapi tidak sering. Apalagi sampai mangsa mampu bertahan dari belitan ular piton karpet,” kata Lockett.

Ular piton karpet biasanya memakan katak, kadal, burung, dan mamalia kecil. Mereka juga terkadang makan kelelawar jika buruan utama tidak didapatkan.

Sementara rubah terbang hitam merupakan hewan asli yang keberadaannya sangat melimpah di sepanjang pantai utara Australia.

Rubah terbang hitam biasanya tumbuh hingga 25 sentimeter. Sedangkan ular piton karpet bisa tumbuh lebih dari 3,9 meter. (Uli)