Persiapan Dua Jagoan Honda Indonesia Menghadapi Kompetisi Instruktur Tingkat Dunia

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 8 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) mengelar kompetensi instruktur safety riding Honda melalui kegiatan Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AH-SRIC) 2019.

Sebanyak 8 kelas dibuka pada kompetisi ini, yakni instruktur, big bike, instruktur sport, instruktur skutik, instruktur group, advisor dealer, advisor komunitas sport, advisor komunitas skutik, serta kategori Safety Riding Center Main Dealer Honda.

Seleksi dilakukan AHM sebelum maju ke tingkat nasional. Para peserta kompetisi AH-SRIC 2019 harus mengikuti kompetisi di tingkat regional pada April – Mei 2019, dilansir dari Liputan6.com (06/08/2019).

Kompetisi ini diikuti oleh 159 instruktur safety riding, 2.351 advisor safety riding dealer Honda, dan 1.000 advisor safety riding komunitas Honda dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Dari hasil seleksi di tingkat regional, terpilih 166 peserta yang siap berlaga di kompetisi tingkat nasional yaitu 18 instruktur big bike, 54 instruktur sport, 11 instruktur skutik wanita, 20 tim instruktur Grup Main Dealer dan 6 tim instruktur Safety Riding Center.

Untuk kelas big bike, instruktur Astra Motor Denpasar, I Gustri Ngurah Agung Iswahyudi keluar sebagai juara. Keunggulan Iswahyudi terletak di slalom course, sebab Ia mampu mencatat poin terbesar dibandingkan para pesaingnya.

Sementara di kelas sport, Ibnu Fachrizal dari Astra Motor Samarinda mampu keluar sebagai juara setelah musim lalu, Ia berhasil berada di posisi kedua.

Siap Kompetisi di Jepang

Berhasil menjadi yang utama, keduanya akan kembali berlaga di Jepang membawa nama Indonesia.

“Sebulan sebelum berangkat ke Jepang, biasanya ada TC (training center) bersama Astra Honda Motor,” kata Agung di Medan, Sumatera Utara.

Fachrizal mengaku optimistis karena secara skill, keduanya memiliki keunggulan yang tak mudah dikalahkan oleh negara lain.

“Secara kemampuan kurang lebih sama untuk sesama instruktur, tinggal nanti bagaimana kami mengatur strategi untuk dapat poin untuk menjadi instruktur terbaik,” kata Fachrizal.

Seperti tahun lalu, pemenang dari kelas instruktur big bike dan instruktur sport mendapat kesempatan berangkat ke Jepang untuk mengikuti kompetisi sejenis dengan skala lebih besar. (Uli)