Pernah Menang Lotere Rp32 Miliar, Hidup Wanita Malah Sengsara

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 4 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT REPRODUKSI. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Mendapatkan rejeki nomplok seharunya akan membuat seseorang bahagia karena kebutuhan materi  terpenuhi.

Namun, tampaknya hal itu tidak berlaku pada kehidupan gadis ini.

Mengutip dari Tribunnews.com (03/06/2020), kisahnya berawal pada 26 Agustus 2003, Callie Rogers yang kini berusia 33 tahun adalah wanita termuda di Inggris yang memenangkan lotere.

Dia memenangkan 1,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 32 miliar saat berusia 16 tahun.

Callie tinggal di kota Workington county Cumbria, Inggris sebelum memenangkan lotere.

Penghasilannya hanya 3,6 poundsterling atau Rp64 ribu per jam dan bekerja sebagai penjaga toko.

Namun, setelah menang lotere Rp32 miliar dia memutuskan pindah rumah berharga 180.000 pound (Rp3,2 miliar).

Beberapa minggu kemudian dia bertamu seorang pria bernama Nicky Lawson.

Mereka kemudian menikah dan memiliki dua anak Kian (14) dan Debony (11).

Pasangan ini menghabiskan uangnya untuk perjalanan mewah dan hiburan sangat mahal, tanpa berpikir panjang.

Lima tahun kemudian, Callie berpisah dengan suaminya.

Callie juga terjerumus ke dalam kehidupan narkoba dan alkohol, sehingga menghabiskan 250.000  pound (Rp4,4 miliar) untuk membeli kokain.

Pasca bercerai hubungannya dengan banyak orang juga mulai memburuk, banyak orang mendekati Callie hanya untuk mengincar uangnya.

Teman-temannya juga memanfaatkannya dan meminjam uangnya dan meminta barang bermerek miliknya tapi tak pernah kembali.

“Banyak orang meminjam uang untuk mempercepat mobil baru saya dan saya membantu mereka,” katanya.

“Saya dulu sangat santai tapi sekarang saya menyadari kesalahan saya,” imbuhnya.

“Mereka mengeksploitasi saya karena saya terlalu muda untuk memahami semuanya. Saya memiliki banyak hubungan palsu,” terusnya.

Callie percaya bahwa memenangkan hadiah itu membuat hidupnya semakin sengsara.

Saal itu Callie mengatakan bahwa dirinya terlalu muda untuk memahami fungsi uang, sehingga tergoda untuk menghabiskannya.

“Selama bertahun-tahun, saya anak yang riang tumbuh menjadi wanita dewasa yang obsesif karena hal itu,”  katanya.

“Aku merasa buruk setelah memenangkan lotere itu,”  katanya.

Saat ini Callie hidupnya sudah mulai membaik, meskipun kondisinya jauh lebih miskin.

Callie tinggal bersama 3 anaknya dan menghasilkan 12.000 pound Rp 210 juta dalam setahun, lebih sedikit dibandingkan saat dia bekerja.

Namun, dia mengaku bahagia setelah tinggal di rumah normal tanpa harta kekayaan.

Callie juga meminta pihak berwenang untuk menaikkan batas usia bermain lotere dari 16 menjadi 18 tahun sehingga seseorang yang menang memiliki pengalaman mengelola uang.

Serta berharap bahwa kisahnya menginspirasi orang lain supaya tidak ada kasus serupa yang terjadi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: