Perlukah Pembalut Yang Telah Digunakan Dicuci Dahulu Sebelum Dibuang?

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 8 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Bagi Masyarakat Indonesia, pada saat tengah menstruasi, hal yang paling banyak digunakan adalah pembalut. Walau begitu, masih banyak pertanyaan terkait pembalut ini termasuk apakah perlu dicuci terlebih dahulu sebelum dibuang.

Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti mengingatkan kaum hawa untuk mencuci pembalut setelah digunakan selama menstruasi kemudian membasuh tangan dengan air dan sabun.

“Usai mengganti pembalut, membersihkan organ intim kalau tangan tidak dicuci sangat mungkin bisa terinfeksi bakteri di tangan. Lalu (cuci tangan) supaya darah yang mencemari tangan tidak menjadi sumber infeksi. Gunakan air mengalir, bersih,” ujar dia beberapa waktu lalu dilansir dari dari Merdeka.com (06/06/2021).

Darah haid bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk infeksi pada vagina dan saluran kemih, sehingga perlu dibersihkan dengan baik apakah itu yang berada di pembalut ataupun terkena bagian luar vagina. Usai mencuci pembalut sekali pakai untuk membersihkan darah di dalamnya, masukkan ke dalam kantong kertas atau plastik lalu buang ke tempat sampah.

Hal Lain yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Pembalut

Sementara untuk pembalut yang bisa dicuci ulang, setelah dibersihkan dengan air dan sabun hingga bersih, jemurlah dan disetrika (untuk mematikan bakteri) hingga kering sempurna.

“Tapi pembalut (berkali-kali pakai) tidak boleh dipakai bersama dengan orang lain, menjadi milik pribadi,” kata Dwiana.

Dalam menggunakan pembalut, dokter menyarankan mengganti setiap minimal 4 jam sekali atau bisa lebih sering apabila merasa pembalut sudah basah walaupun itu kurang dari empat jam. Dwiana menganjurkan saat mengalami haid perlu mandi dua kali sehari seperti biasanya untuk menjaga kebersihan tubuh secara umum dan rajin membersihkan organ kewanitaan bagian luar menggunakan air atau cairan pembersih khusus dengan pH 3,5-4,5.

Dwiana juga tidak menyarankan untuk menggunakan sabun mandi dalam membersihkan area vagina. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina dan membuatnya rentan infeksi. (Uli)