Perkumpulan Warga Muda: Jadikan Pilkada Momentum Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 5 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menyambut pesta demokrasi 9 Desember 2020 mendatang, lewat Webinar Patungan Ide yang bertema “Memilih Masa Depan, Aspirasikan Harapan“ .

Perkumpulan Warga Muda mengajak pemuda-pemudi Indonesia menggalang ide-ide inovatif bagi pembangunan daerah.

Patungan Ide tersebut terselenggara pada 3 Desember 2020, mulai dari jam 19:00-21:20 WIB diikuti oleh 140 peserta dari perwakilan komunitas lintas provinsi dan Profesi.

Webinar Patungan Ide yang mengusung Tema “Memilih Masa Depan, Aspirasikan Harapan“ dan dihadiri oleh pembicara yang pakar di bidangnya.

Mulai Lucius Karus ( Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), Siti Chaakimah (Peneliti Sosial dan Lingkungan Epistema Institute), Edo Rakhman (Koordinator Koalisi Golongan Hutan) hingga Muhammad Al-Iqbal (Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI Wilayah Kalbar 2020-2022).

Menurut Isna Iskandar, selaku Koodinator Program Pendidikan Warga Muda.

Daerah membutuhkan generasi muda yang selalu berpikir positif, kreatif, inovatif, produktif dan proaktif menjaga lingkungan.

“Masa depan ada di daerah, tidak lagi di pusat. Anak-anak daerah harus lebih tangguh dan tangkas meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang mulai dari sekarang,” katanya, dilansir dari Tribunnews.com (04/12/2020).

“Sekarang momentum Pilkada. Anak Muda jangan sampai hanya menjadi pemilih, kita harus jadi penentu dalam perencanaan,pelaksanaan, dan pengawalan pembangunan keberlanjutan di daerah kita masing-masing.”

Dalam kesempatan ini Lucius Karus ( Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) mengatakan,” Pilkada 2020 ini milik Kaum Muda, tetapi ruang ekspresi dari kaum muda belum terlalu kelihatan di Pilkada 2020 padahal ini adalah kesempatan paling bagus untuk menunjukan intervensi dari idealisme kaum muda terhadap lahirnya pemimpin-pemimpin di daerah melalui Pilkada 2020.”

Di sisi lain, Edo Rakhman ( Koordinator Koalisi Golongan Hutan) menyebutkan bahwa Momentum Pilkada di 9 Desember nanti momentum bagaimana melihat kualitas hidup.

“Kalau kita tidak bisa memaksimalkan momentum tersebut kehidupan anak-anak muda hari ini yang menjadi pemilih potensial akan sangat berpengaruh kehidupanya 5 tahun ke depan,” katanya.

Sementara Siti Chaakimah menyebutkan seringkali Kegagalan Pembangunan daerah dan Kerusakan Lingkungan di daerah dikarenakan kontrak politik antaran calon kepala daerah dan Pengusaha pendukung calon.

“Jadi sehabis Pilkada selesai banyak sekali Surat-surat izin yang diterbitkan sebagai tebusan balas budi,” ujarnya.

Pendapat itu diakui Muhammad Al-Iqbal.

Ia mengungkapkan, politik sejatinya suatu hal yang baik, justru para oknum politikus tersebutlah yang memberikan stigma kepada masyarakat bahwasanya politik itu suatu hal yang kotor.

“Sebelum kita memilih calon pemimpin kepalda daerah dalam Pilkada 2020 kita harus lebih dulu mengamati latar belakang serta visi –misi dan memastikan apa yang mereka gagas benar-benar untuk kebermanfaatkan rakyat dan kelestarian lingkungan.”  (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: