Perkembangan Teknologi Informasi Dukung Perwujudkan Parlemen Yang Modern

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Rabu, 9 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Teknologi informasi berkembang pesat. Bahkan perkembangannya sudah mempengaruhi berbagai lini. Sebagai supporting system bagi Anggota Dewan, Sekretariat Jenderal DPR RI perlu memanfaatkan kehadiran teknologi informasi itu guna meningkatkan kinerja kedewanan sebagai wakil rakyat, dan mewujudkan parlemen modern.

“Setjen sebagai unsur pendukung atas pelaksanaan fungsi tersebut perlu memberikan dukungan secara maksimal,” ungkap Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat membuka seminar daring dengan tema ‘Urgensi Kearsipan dalam Pembangunan Big Data’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Dpr.go.id (08/12/2020).

Salah satu dukungan Setjen DPR RI, lanjut Indra,  untuk meningkatkan kinerja DPR RI adalah dengan menyediakan data dan informasi yang dapat digunakan dalam menjalankan fungsi representasi rakyat. “Baik Anggota DPR maupun masyarakat memerlukan ketersediaan data dan informasi sesuai dengan bidang masalah yang dibutuhkan lengkap serta efektif dan efisien dalam menggunakannya,” katanya.

Disampaikan Indra, saat ini Setjen DPR RI telah memiliki regulasi mengenai sistem manajemen satu data yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi guna memberikan kemudahaan bagi Anggota Dewan dan masyarakat  dalam mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan.

“Kami juga telah menetapkan RITIK (rencana induk teknologi informasi) tahun 2020-2024 sebagai acuan dalam mengoptimalkan pengelolaan IT berbasis digital dan mengintegrasikan pengelolaannya. Dan dalam waktu dekat DPR akan memiliki big data yang digunakan untuk pelaksanaan fungsi representasi dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat serta mempercepat terwujudnya DPR sebagai parlemen modern,” paparnya.

Big data dimaksud, lanjut Indra, akan membawa keuntungan biaya yang signifikan karena penyimpanan data dalam jumlah besar, mampu mengidentifikasi cara yang lebih efektif dalam melakukan proses kerja serta mampu mengukur kebutuhan dan kepuasan publik, dengan melakukan analisis, sehingga organisasi bisa memenuhi keinginan publik.

“Ada dua aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam membangun dan mengelola big data, yaitu kemutakhiran sistem informasi teknologi komunikasi serta terkait validasi dan autentifikasi data,” katanya seraya mengatakan melalui sistem tersebut akan menghasilkan tata lintas data kearsipan yang terintegrasi, autentik, handal, dinamis, aman, melindungi kepentingan negara, dan solusi peningkatan kebijakan publik.

Indra menambahkan, perkembangan TIK  telah membawa dunia masuk pada industri 4.0, dimana era ini ditandai dengan melimpahnya data dan informasi. Sehingga pengelolaan big data bagi para pekerja informasi inilah yang harus diantisipasi.

“Melalui kegiatan seminar ini akan dapat ditemukan berbagai solusi konstruktif dalam rangka pemutakhiran pengelolaan kearsipan, terutama dikaitkan dengan pembangunan big data. Harapan ini juga perlu didukung dengan semakin meningkatkan kompetensi kinerja arsiparis dalam pengelolaan arsip,” tutup Indra. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: