Perjalanan Investasi Grab Hingga Jadi Decacorn Pertama Di Asia Tenggara

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 13 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Akhir Februari lalu Grab mengumumkan kabar gembira bagi para penggunanya. Sebuah dedikasi tinggi untuk memberikan kemudahan masyarakat yang mereka lakukan sejak tahun 2012 akhirnya terbayar dengan status elit, yaitu decacorn.

Sebagai catatan, decacorn merupakan pencapaian yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rintisan yang mampu mencapai valuasi USD 10 miliar. Grab sendiri di tanggal 28 Februari 2019 lalu merilis nilai valuasi baru sebesar USD 11 miliar.

Bagaimana cerita Grab hingga mampu mendapatkan valuasi sebesar itu?

Semuanya diawali dari nol. Grab sendiri memulai sejarah pendanaam mereka sejak April 2014 lalu. Mereka mendapatkan Pendanaan Seri A dari Vertex Venture Holdings yang merupakan anak usaha dari Temasek Holdings sebesar USD 10 juta, atau sekitar 140 miliar, dilansir dari Merdeka.com (12/03/2019).

Di tahun yang sama Grab kembali merengkuh investor. Perusahaan taksi online yang bermarkas di Singapura ini sukses mengantongi pendanaan baru dalam beberapa seri. Total nilainya USD 340 juta dan didapatkan dari GGV Capital asal China, Qunar dan Vertex Venture.

Masih di tahun yang sama namun di bulan Oktober, Grab kembali mendapatkan kepercayaan dari investor-investor global. Kali ini, Pendanaan Seri C didapatkannya dengan nilai USD 65 juta dari Tigel Global asal Amerika Serikat, GGV Capital dan Venture Vertex.

Tahun 2014 tampaknya menjadi hoki bagi Grab karena di akhir tahun SoftBank Group dari Jepang juga ikut memberikan Pendanaan, kali ini Seri D, sebesar USD 250 juta.

Memasuki tengah tahun 2015, investor besar dari Tiongkok, Didi Chuxing dan China Investmen Corporation (CIC) ikut dalam pendanaan Grab. Nilai yang diberikan cukup besar hingga masuk dalam Pendanaan Seri E dengan total USD 350 juta.

Hanya satu pendanaan yang didapatkan oleh Grab di 2015. Namun pada bulan September 2016 para investor dari SoftBank, Didi Chuxing, serta produsen otomotif Honda menggelontorkan Pendanaan Seri F dengan total nilai USD 750 juta!

Berkat kinerja dan kualitas yang terus terjaga, Grab kembali dipercaya untuk mendapatkan suntikan investasi di bulan Agustus 2017. Kali ini klien mereka adalah SoftBank, Didi Chuxing, serta Toyota. Uang yang dikucurkan sebesar USD 2,5 miliar, atau hampir empat kali lipat lebih besar dari pendanaan sebelumnya.

Melihat potensi dan pangsa pasar yang begitu besar yang dimiliki oleh Grab, makin banyak investor yang meliriknya. Tercatat di tahun 2018, sebuah pendanaan besar-besaran sebesar USD 3 miliar, atau setara tiga kali unicorn berhasil didapatkan dari Toyota, Microsoft, Booking Holdings dan Yamaha Motors. TechCruch menyebutkan bahwa Grab kini memiliki valuasi sebesar USD 11 miliar, yang berarti bahwa startup ini telah naik pangkat dari unicorn menjadi decacorn.

Bila dilogika, sebenarnya bukan kejutan besar bila Grab mampu meraih decacorn. Hal ini tak lepas dari status mereka sebagai everyday superapp, memberikan beragam layanan yang tepat dan didambakan masyarakat. Mulai dari GrabTaxi, GrabCar dan GrabBike yang bergerak di bidang angkutan online, layanan fintech berupa GrabPay, hingga kemudahan mendapatkan makanan dan bahan-bahan pokok di GrabFood dan GrabFresh.

Grab dikabarkan masih belum ada niatan untuk menginjak pedal rem. Inovasi akan terus mereka lakukan untuk semakin meningkatkan pelayanan yang memudahkan masyarakat. Bila mampu menjaga konsistensi dalam kualitas layanan, tak heran kalau status decacorn akan cepat berlalu berlalu, berganti dengan hectocorn dalam beberapa tahun ke depan. (uli)