Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Unkris Gelar Santunan Anak Yatim

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 24 Oktober 2021
loading...

Indolinar.com, Bekasi – Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Unkris gelar santunan anak yatim, ini pesan dari Rektor.

Jajaran pimpinan dan civitas akademika Universitas Krisnadwipayana (Unkris) gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus santunan bagi anak yatim dari Yayasan Nurul Islam Sabilur Rasyad, pada Kamis (21/10/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Ihsan, Kampus Unkris tersebut dihadiri Rektor Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SIP, CIQaR dan jajarannya, Ketua Yayasan Unkris Amir Karyatin, SH, Sekretaris Yayasan Unkris Dyah Riestyantie, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Dr. H Pandji Sukmana, perwakilan fakultas, para ketua lembaga dan dewan kemakmuran masjid.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diawali dengan lantunan suara adzan yang dibawakan oleh Rektor Unkris, menandai masuknya waktu shalat Ashar.

Rektor Unkris memaparkan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu kegiatan yang rutin digelar oleh Unkris setiap tahunnya.

“Kita patut bersyukur bahwa Unkris memiliki tradisi baik yakni menyelenggarakan Maulid Nabi sekaligus kegiatan sosial berupa santunan untuk anak-anak yatim,” kata Rektor, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (23/10/2021).

Beberapa hikmah yang bisa diambil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW lanjut Rektor antara lain adalah bagaimana kita menyebarluaskan salam, bagaimana menyambung talisilaturahmi, memberikan makan kepada fakir miskin dan membiasakan shalat malam (tahajjud).

“Hal terpenting adalah bagaimana kita memuliakan anak yatim sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT dan diteladankan oleh Rosululloh,” tukasnya.

Rektor mengatakan, agama Islam memberikan tempat istimewa bagi anak-anak yatim.

Dalam Alquran surat Al Maa’un ayat 1 -2 Allah SWT berfirman “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.

Demikian juga QS Ad Duha ayat 9, Allah SWT sangat melarang kita bertindak sewenang-wenang terhadap anak yatim. “Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

“Tempat yang istimewa untuk anak yatim ini masih diperkuat dengan ayat-ayat lain dalam Al Qur’an dan hadist Rosululloh,” lanjut Rektor.

Rektor mengingatkan, orang-orang yang mengabaikan anak yatim, apalagi menghardik dan mengambil haknya anak yatim, itulah orang yang tergolong pendusta agama.

Selain itu orang yang menyia-nyiakan anak yatim hidupnya tidak akan berkah. Itu sebabnya ia mengajak agar kita semua tidak menyia-nyiakan anak yatim.

Diakui Rektor, sejak menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik selalu mengagendakan tiga kali dalam satu tahun tepatnya pada bulan Muharam, Maulid dan Ramadhan untuk bertemu dan berdoa bersama anak-anak yatim.

Terkadang memanggil anak yatim untuk datang ke masjid kampus Unkris, namun tak jarang jajaran pimpinan Unkris yang mendatangi yayasan yang menaungi anak yatim.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Unkris mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama membacakan surat Al Fatehah 3 kali yang diperuntukkan bagi Rosululloh, para pendiri Unkris yang peduli sekali dengan anak yatim, dan untuk Unkris sendiri agar mendapatkan keberkahan .

Ketua Yayasan Unkris Amir Karyatin, SH berharap tradisi santunan yang digelar Unkris dapat terus ditingkatkan pada waktu-waktu mendatang.

“Meneladani apa yang dilakukan Rosululloh, kemudian kita perbanyak membaca shalawat untuk beliau, Insyaa Allah kita semua akan memperoleh syafaat Rosululloh kelak di telaga Kautsar,” katanya.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi Dr. Abdullah Fathoni dalam tausyiahnya menjelaskan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen bagaimana kita bisa belajar meneladani sikap dan perilaku Rosululloh. “Hikmah Maulid Nabi yaitu meneladani sikap dan perilaku serta ajaran Nabi,” katanya.

Beberapa sifat yang patut untuk diteladani dari sosok Nabi Muhammad SAW adalah Amanah yang memiliki arti bahwa Nabi Muhammad SAW mempunyai sifat Al Amin yaitu orang yang dapat dipercaya. Sifat ini melekat pada diri Rosululloh karena sepanjang hidup beliau tidak pernah berbohong.

Sifat kedua adalah Fathonah atau cerdas, artinya kemampuan dan daya fikir Nabi Muhammad SWA melampaui kecerdasan masyarakat pada umumnya dan mampu menjangkau cerita kehidupan masa lalu dan kehidupan yang akan datang.

Ketiga adalah Sidiq yang artinya benar. Bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi selalu mengandung kebenaran karena dibimbing oleh wahyu dari Allah SWT.

Kemudian sifat keempat adalah Tabligh yaitu menyampaikan. Dengan sifat ini, semua wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW disampaikan kepada umatnya lengkap sehingga terkumpul pada manuskrip Alqur’an yang hingga saat ini tetap utuh tidak ada perubahan sedikit pun.

Selain 4 sifat terpuji tersebut, pada diri Rosululloh juga melekat sifat yang sangat mulia yakni mencintai dan memuliakan anak yatim, anak piatu dan anak yatim piatu maupun orang-orang dhuafa. Karena itu sudah sewajarnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga disertai dengan kegiatan santunan anak yatim.

“Hal terpenting adalah bagaimana kita memuliakan anak yatim sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT dan diteladankan oleh Rosululloh,” tutup Fathoni. (Uli)