Perempuan Saudi Akan Mendapat Konfirmasi Perceraian Melalui Pesan Teks

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 8 Januari 2019

Indolinear.com, Arab Saudi – Sebuah peraturan baru diberlakukan di Arab Saudi agar para perempuan Saudi dapat mengetahui tentang perceraian mereka sendiri.

Mulai hari Minggu (06/01), pengadilan akan diminta memberi tahu para perempuan yang dicerai oleh suaminya tentang keputusan yang mengonfirmasi perceraian mereka.

Pengacara perempuan setempat mengatakan kebijakan ini akan mengakhiri apa yang selama ini dikenal sebagai perceraian rahasia – kasus dimana pria mengakhiri pernikahan tanpa memberi tahu istri mereka.

Kebijakan ini akan memastikan perempuan sepenuhnya menyadari status pernikahan mereka dan dapat melindungi hak-haknya, salah satunya tunjangan.

“Langkah baru ini memastikan perempuan mendapat hak [tunjangan] mereka ketika bercerai.” kata pengacara Nisreen al-Ghamdi kepada Bloomberg, dilansir dari Tribunnews.com (07/01/2019).

“Itu juga memastikan bahwa surat kuasa apa pun yang dikeluarkan sebelum perceraian tidak disalah-gunakan,” imbuhnya.

Banyak perempuan telah mengajukan banding ke pangadilan karena bercerai tanpa sepengetahuan mereka, ujar pengacara Samia al-Hindi kepada surat kabar lokal Okaz.

Langkah baru ini disebut sebagai bagian dari reformasi ekonomi dan sosial yang dilakukan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, seperti mengizinkan perempuan untuk menghadiri pertandingan sepakbola dan bekerja dalam pekerjaan yang biasanya diperuntukkan bagi pria.

Tahun lalu, larangan mengemudi selama puluhan tahun terhadap perempuan di Arab Saudi akhirnya dicabut.

Namun, para perempuan Saudi masih harus tetap tunduk pada hukum perwalian pria.

Apa yang masih belum bisa dilakukan oleh perempuan Saudi?

Ada banyak hal yang belum dapat dilakukan perempuan Saudi tanpa izin dari wali laki-laki, biasanya suami, ayah, saudara laki-laki atau anak laki-laki.

Antara lain:

Mengajukan permohonan paspor

Bepergian ke luar negeri

Menikah

Membuka rekening bank

Memulai bisnis tertentu

Baca Juga :  Awal Agustus Menlu Rusia Sergei Lavrov Berencana Kunjungi Indonesia

Melakukan operasi elektif

Meninggalkan penjara

Sistem perwalian in berkontribusi menciptakan salah satu negara dengan ketidaksetaraan gender terbanyak di Timur Tengah. (Uli)

%d blogger menyukai ini: