Perempuan Di Parlemen: Pentingnya Partisipasi Perempuan Untuk Indonesia Maju

FOTO: kompasiana.com/indolinear.com
Rabu, 22 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Dalam buku EIU (Economist Intelegence Unit) Democracy Index 2021, terdapat 60 indikator demokrasi. Dimana, aspek political participation pada indikator ke 29 mengenai “Woman In Parlement”.

Saat ini, partisipasi perempuan di parlemen Indonesia sangat rendah. Berdasarkan data dari World Bank pada tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke 7 se Asia Tenggara untuk keterwakilan perempuan di parlemen.

Rendahnya angka keterwakilan perempuan di parlemen, sedikit banyak adanya pengaruh ketidaksetaraan gender. Dimana banyak opini menyatakan perempuan dianggap lemah serta pemikiran bahwa seorang perempuan kodratnya dirumah.

Ketua perkumpulan perempuan inspiratif  kota Malang, Jawa Timur  Uzlifah, SS mengatakan pentingnya partisipasi perempuan di parlemen Indonesia.

“Negara kita itu menganut sistem pemilihan one man one vote, maka setiap orang di republik ini adalah penentu siapa yang menjadi wakilnya maupun siapa memimpin siapa, maka suara perempuan amat berharga, yang esensial adalah hak perempuan sebagai warga negara bisa dipilih dan memilih maka tidak ada siapapun yang menghalangi perempuan untuk berada di parlemen maupun di eksekutif” ujarnya, dilansir dari Kompasiana.com (21/06/2022)

Pendapat ini selaras dengan undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat 1 menyatakan bahwa “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjujung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Artinya setiap warga negara memiliki hak dan kedudukan yang sama tanpa membedakan laki-laki dan perempuan.

Negara Butuh Kasih Sayang Perempuan

Ketua perkumpulan perempuan inspiratif  kota Malang, Uzlifah, SS menanggapi pemikiran tentang kodrat perempuan hanya dirumah.

“Pemikiran seperti itu merupakan pemikiran kolot dan primitif, pernyataan itu pernyataan diskriminatif sama saja mengecilkan peran kebangsaan perempuan, karena potensi dasar perempuan yang memiliki kepedulian, kecermatan, kecerdasan dan tangguh menghadapi tantangan dengan kelembutan dan kasih sayangnya amat dibutuhkan bangsa ini, bukan mendiskriminasikan dan mendikotomikan” ucapnya.

Untuk itu, melalui potensi dasar yang dimiliki seorang perempuan yaitu kepedulian, kecermatan, kecerdasan, kelembutan, dan kasih sayang Indonesia sangat memperlukan partisipasi atau  suara perempuan di parlemen menuju kemajuan bangsa ini.

“Be Smart Women”, jadilah perempuan cerdas spiritual dan cerdas kultural, dasar iman dan takwa itu membebaskan dan mencerdaskan, kecerdikan membangun keadaban budaya melalui peran ibu sebagai madrasatul ula atau wasilah pendidikan bagi bangsa amat dibutuhkan bangsa kini dan masa depan nanti, ucapnya. Pesan untuk para perempuan di Indonesia agar ikut berpartisipasi demi kemajuan dan masa depan bangsa ini. (Uli)

loading...