Perdana Insulin Buatan Dijual Secara Komersial Untuk Penderita Diabetes

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 11 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Mencatatkan momen saat insulin artifisial atau buatan pertama kali dirilis.

Tepatnya 15 April 1923, bentuk insulin yang diproduksi secara artifisial pertama kali tersedia secara komersial. Zat itu diproduksi oleh Eli Lilly, perusahaan obat yang juga akan merilis vaksin Polio pertama di pasar beberapa dekade kemudian.

Bentuk insulin awal tidak diragukan lagi meningkatkan kehidupan penderita diabetes, tetapi pemberian zat tersebut tidak terlalu menyenangkan. Mengapa?

Jawabannya, karena para penderita diabetes harus menanggung beberapa suntikan harian langsung ke otot.

Zat itu pada dasarnya adalah insulin sapi atau babi yang dimurnikan, efeknya hanya sebentar.

Insulin rekayasa genetika yang lebih tahan lama datang kemudian, berasal dari Denmark.

Suntikan Insulin Pertama untuk Penderita Diabetes

Mengutip dari Liputan6.com (09/05/2022), Leonard Thompson tercatat sebagai orang yang mendapatkan suntikan insulin pertama. Namun, ekstrak yang diberikan saat itu sangat tidak murni sehingga Thompson menderita reaksi alergi yang parah, dan suntikan lebih lanjut dibatalkan.

Ahli biokimia Kanada, James Collip bekerja siang dan malam selama 12 hari berikutnya untuk meningkatkan ekstrak pankreas sapi, hingga pada 23 Januari, dosis kedua disuntikkan dengan hasil yang sukses. Selain karena tidak adanya efek samping, suntikan juga sepenuhnya menghilangkan tanda glikosuria diabetes.

Di Rumah Sakit Umum Toronto, Leonard Thompson menjadi orang pertama yang berhasil diobati dengan insulin.

Situs The Globe and Mail, Leonardo Thompson hampir tidak dapat bertahan hidup ketika ia dirawat di Rumah Sakit Umum Toronto pada bulan Desember 1921, dengan penyakit diabetes tipe 1 yang dideritanya.

Sekilas Soal Diabetes

Situs Famous Daily menyebut, diabetes mendapatkan namanya dari orang Yunani kuno, karena aroma manis urin yang dikeluarkan oleh mereka yang menderita diabetes.

Dokter tidak dapat melakukan lebih dari sekadar memantau dan mencatat gejala penderita diabetes selama berabad-abad, sampai akhirnya mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang anatomi manusia dan fungsi berbagai organ.

Bahkan kemudian, hingga akhir abad ke-19, para dokter percaya bahwa organ yang mengendalikan pelepasan zat manis ke dalam aliran darah adalah batang otak.

Terobosan akhirnya datang dari Kanada, di mana seorang ahli bedah ortopedi yang tidak terlalu sukses pertama kali membuat hubungan tipis pertama antara pankreas dan zat insulin.

Insulin menjadi salah satu penemuan medis terbaik sepanjang masa, inovasi Kanada yang telah menyelamatkan jutaan nyawa.

Saat ini, orang dengan diabetes tipe 1 memiliki harapan hidup yang hampir normal.

Suntik Insulin Sebabkan Ketergantungan?

Dokter spesialis penyakit dalam JEC Eye Hospitals and Clinics, dr Bhanu Kumar BMedSc SpPD menyebut bahwa hingga saat ini masih banyak pasien diabetes takut melakukan suntik insulin.

Pasien diabetes beranggapan bahwa suntik insulin bikin dia jadi ketergantungan.

“Ini mitos,” kata Bhanu dalam webinar pada Selasa, 16 November 2021.

Lantas, mengapa pemberian suntik insulin paling dibutuhkan pasien diabetes tipe 1?

“Hal ini karena diabetes tipe 1 disebabkan oleh rusaknya sel penghasil insulin alami dalam pankreas akibat gangguan autoimun. Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan cukup insulin.” Kata Bhanu.

Namun, dalam beberapa kasus, penderita pasien diabetes tipe 2 juga mungkin memerlukan terapi insulin jika perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan diabetes tidak mampu mengendalikan kadar gula darah.

Cara penyuntikan insulin dilakukan pada kulit, tepatnya ke dalam jaringan lemak. Hal ini bertujuan agar insulin lebih cepat mengalir dalam aliran darah sehingga kerjanya pun lebih cepat terlihat.

Padahal, lanjut Bhanu, suntik insulin diperlukan guna membantu mengontrol gula darah, khususnya bagi pasien diabetes tipe 1.

“Penyakit diabetes pada dasarnya tidak bisa sembuh. Namun, bisa dikontrol dengan obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah yang berlangsung seumur hidup,” Bhanu mengingatkan.

Sehingga nantinya jika memang dengan pengobatan oral atau minum tidak berhasil menurunkan kadar gula darah, hanya terapi insulin yang bisa diberikan kepada pasien diabetes.

Lantas, mengapa pemberian suntik insulin paling dibutuhkan pasien diabetes tipe 1?

“Hal ini karena diabetes tipe 1 disebabkan oleh rusaknya sel penghasil insulin alami dalam pankreas akibat gangguan autoimun. Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan cukup insulin.” Kata Bhanu.

Namun, dalam beberapa kasus, penderita pasien diabetes tipe 2 juga mungkin memerlukan terapi insulin jika perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan diabetes tidak mampu mengendalikan kadar gula darah.

Cara penyuntikan insulin dilakukan pada kulit, tepatnya ke dalam jaringan lemak. Hal ini bertujuan agar insulin lebih cepat mengalir dalam aliran darah sehingga kerjanya pun lebih cepat terlihat.

Harga Insulin Mahal di Sejumlah Negara, WHO Dorong Diversifikasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan barunya menyarankan beberapa tindakan untuk meningkatkan akses ke insulin dan produk terkait.

Hal ini menyusul adanya kesenjangan konsumsi insulin di beberapa negara akibat harga yang relatif tinggi. Padahal, insulin merupakan hal penting dalam menurunkan risiko kematian akibat diabetes.

Beberapa saran tindakan tersebut yakni:

  • Meningkatkan produksi dan pasokan human insulin.
  • Mendiversifikasi (penganekaragaman produk dan lokasi perusahaan) basis manufaktur untuk insulin analog biosimilar guna menciptakan persaingan dan menurunkan harga.
  • Meningkatkan keterjangkauan dengan mengatur harga dan mark-up, menggunakan pengadaan gabungan dan meningkatkan transparansi dalam cara penetapan harga.
  • Mempromosikan kapasitas manufaktur lokal di daerah yang kurang terlayani.
  • Memastikan bahwa peningkatan akses ke insulin disertai dengan diagnosis yang cepat dan akses ke perangkat yang terjangkau untuk pemantauan gula darah dan penyuntikan insulin.
  • Menggunakan sumber daya kesehatan secara bijaksana dengan memilih human insulin jika memungkinkan dan alokasikan dana yang memadai untuk menyediakan paket perawatan lengkap. (Uli)