Percontohan Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

from DKP Kabupaten Lebak
Sabtu, 13 Oktober 2018

Indolinear.com, Lebak – Dinas Perikanan Kabupaten Lebak sedang mengembangkan budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok di masyarakat. Budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok adalah metode budidaya ikan dengan memanfaatkan mikroorganisme berupa probiotik untuk mengurai bahan organik dari limbah yang dihasilkan.

Salah satu budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok ini telah diperkenalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Tahun 2017 di berbagai daerah di Indonesia.

Dinas perikanan Kabupaten Lebak juga telah memberikan bantuan berupa kolam terpal bundar, benih ikan lele, pakan ikan, probiotik, molase, desinfektan, inverter + aki dan perlengkapan lainnya yang akan digunakan pada kegiatan budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok pada Kegiatan Pendampingan pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan (DAK).

Hibah yang diberikan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Lebak kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) diberikan sebagai percontohan bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Lebak.

Untuk saat ini, kegiatan percontohan budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok dilaksanakan di 3 (tiga) Kecamatan, diantaranya Kecamatan Warunggunung, Kecamatan Curugbitung dan Kecamatan Maja.

Kecamatan Warunggunung terdapat 1 (satu) Pokdakan, yaitu Pokdakan “Mina Tirta” berlokasi di Kp. Cibuah Kidul RT 006 RW 002 Desa Cibuah. Kecamatan Curugbitung terdapat 2 (dua) Pokdakan, yaitu Pokdakan “Pelita Lele” berlokasi di Kp. Pasir Pedes RT 003 RW 004 Desa Cipining dan Pokdakan “Mina Dadap” berlokasi di Kp. Cipining RT 013 RW 004 Desa Cidadap. Kecamatan Maja terdapat 1 (satu) Pokdakan, yaitu Pokdakan “Dalumpit” yang berlokasi di Kp. Jati RT 004 RW 003 Desa Padasuka.(rls/pit)

Tag Terkait:

%d blogger menyukai ini: