Perayaan Paskah, Paus Fransiskus Menyerukan Solidaritas Di Tengah Pandemi Covid-19

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 15 April 2020
loading...

Indolinear.com, Vatikan – Perayaan Hari Paskah 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada perayaan kali ini, Paus Fransiskus menyerukan solidaritas ke seluruh dunia untuk menghadapi tantangan besar yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

“Uni Eropa saat ini menghadapi tantangan besar yang mempengaruhi masa depannya, tetapi juga seluruh dunia,” ungkap Paus Fransiskus dalam khotbah Paskah, di Katedral Saint Paul.

Mengutip dari Tribunnews.com (14/04/2020), Paus berusia 83 tahun itu memutuskan dengan tradisi berabad-abad, untuk menyiarkan massa Minggu Paskah kepada mereka dalam kesendirian karena lockdown Covid-19, yang memaksa umat Katolik dunia berimprovisasi pada hari suci mereka.

Pasu teringat bahwa Eropa bangkit kembali setelah Perang Dunia II, “Berkat semangat solidaritas yang memungkinkan mengatasi persaingan.”

“Ini bukan waktu untuk mementingkan diri sendiri, tantangan yang kita hadapi, dialami oleh semua orang, tanpa membedakan antara satu dengan yang lain,” papar Paus Fransiskus.

Lebih lanjut, Paus mendesak para pemimpin politik, khususnya, untuk memberikan harapan dan kesempatan kepada para pekerja yang di-PHK.

Paus juga menyerukan bantuan sanski, pengampunan utang, dan gencatan senjata untuk menekan konflik dan krisi keuangan di seluruh dunia.

Paus Fransiskus Berterima Kasih Kepada Tenaga Medis

Kembali mengutip Al Jazeera, selain menyerukan beberapa hal di atas, Paus juga mengucapkan terima kasih dan memberikan motivasi kepada para dokter, dan perawat yang telah bekerja di garda terdepan.

“Sampai pada titik kelelahan dan tidak jarang, mengorbankan kesehatan mereka sendiri,” kata Paus.

Perayaan yang Tidak seperti Biasanya

Pada Sabtu malam (11/4/2020), Paus Francis memimpin misa Paskah di Basilika Santo Petrus yang kosong.

Ia mendesak orang-orang untuk tidak menyerah pada rasa takut dan fokus pada pesan harapa

Gereja yang biasanya dipenuhi 10.000 jemaat, ditutup untuk umum.

Ibadah Paskah hanya dihadiri sekitar dua lusin orang, server altar dan paduan suara pun terlihat lebih sedikit dari biasanya.

“Kegelapan dan kematian tidak memiliki kata terakhir,” kata Paus merujuk pada wabah Covid-19. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: