Perang Vietnam Berakhir, Loyalis Presiden Duong Van Minh Bunuh Diri

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 9 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Perang Vietnam merupakan salah satu perang terbesar di Abad ke-20. Tepat 43 tahun silam, pertempuran yang juga disebut Perang Indochina Kedua ini berakhir, setelah berlangsung selama hampir 20 tahun. Vietnam Selatan menyatakan menyerah kepada Vietnam Utara.

Dalam siaran radio pagi hari, dari kursi istana di Ibu Kota Saigon, Presiden Vietnam Selatan Duong Van Minh membuat pengumuman penting bahwa pihaknya menyatakan menyerah kepada Vietnam Utara. Dia meminta pasukannya untuk meletakkan senjata dan menyerukan pendukungnya untuk membebaskan tahanan perang.

“Kami serahkan kekuasaan kepada kalian, untuk menghentikan pertumpahan darah,” ujar Minh kepada Vietnam Utara dalam Today in History yang dikutip dari dari Liputan6.com (07/08/2019).

Pengumuman ini bersamaan dengan kedatangan kloter baru tentara komunis Vietnam Utara ke bagian Vietnam Selatan. Saat pihak Utara masuk, nyaris tak ada penjagaan di wilayah Selatan.

Beberapa tank Vietnam Utara masuk gerbang istana yang masih ditempati Presiden Vietnam Selatan. Pasukan Vietcong bertelanjang kaki masuk ke istana, menawan tentara pemerintah dan mengangkat bendera merah dan biru. Sang presiden pasrah dan tidak melawan. Perang resmi dinyatakan berakhir.

Saat itu juga, situasi Kota Saigon mulai dipulihkan dan kondusif kembali. Kecuali Kedutaan Besar Amerika Serikat selaku pendukung pemerintah Vietnam Selatan, digeledah, dan dijarah oleh tentara Vietcong.

Pemerintah Vietnam Utara dari Paris pun menyatakan Kota Saigon kemudian berganti nama menjadi Kota Hi Chi Minh, nama Pemimpin Vietnam Utara. Utara berjanji akan melakukan proses unifikasi dengan Selatan secara damai. Prancis menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan dan kemenangan Vietnam Utara. Negara Barat lainnya berencana turut mengakuinya.

Beberapa jam kemudian, pasukan Vietnam Utara melakukan parade merayakan kemenangan sambil membawa poster bergambar Ho Chi Minh. Poster-poster tersebut juga dipampang di gedung-gedung fasilitas umum.

Sejumlah tawanan Vietnam Selatan dibebaskan tentara Vietnam Utara. Sementara beberapa loyalis Presiden Vietnam Selatan memutuskan bunuh diri atas kekalahan ini.

Vietnam Utara dan Vietnam Selatan resmi bersatu pada tahun 1976 di bawah pemerintahan Komunis. Dan 10 tahun kemudian, pemerintah Komunis yang dikenal memegang ideologi sosialisasi terpusat pada pemerintahan, mulai membuka pintu bagi pasar dan pengusaha untuk mandiri. (Uli)