Perang Terlama Di Dunia Selama 2.131 Tahun Baru Berakhir

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 15 Maret 2019

Indolinear.com, Sisilia – Perang Dunia I dan II menjadi perang yang paling dikenang hingga saat ini. Tapi tahukah Anda, ternyata ada perang yang memiliki sejarah yang begitu panjang. Bahkan disebut perang terbesar di zaman kuno dan konfliknya menjadi terlama sepanjang sejarah, 2.131 tahun lamanya, dari 149 Sebelum Masehi (SM) hingga 5 Februari 1985.

Perang antara bangsa Roma, Italia dan Kartago, Tunisia ini dinamakan Perang Punisia atau punic war yang terjadi sebanyak tiga periode pertempuran. Yakni Perang Punisia I, II dan III. Demikian seperti dilansir dari Liputan6.com (13/03/2019).

Saat perang pertama (264-241 SM), Romawi atau Roma merupakan kekuatan dan kota peradaban yang kuat di Semenanjung Italia. Sementara, Kartago adalah negara kota yang juga kuat di Afrika, terutama dalam bidang maritim. Perang ini dipicu karena Roma disebut campur tangan urusan perselisihan Pulau Sisilia antara Kota Syracuse dan Kota Messina.

Saat itu, Kartago mendukung Syracuse. Sementara Roma membela Messina. Pertempuran pun terjadi, dan dimenangkan Romawi. Roma berhasil mengambil menguasai Pulau Sisilia, membuat Roma menjadi semakin kuat di angkatan darat dan laut.

Satu dekade kemudian, terjadi Perang Punisia II (218-201 SM). Kartago berusaha menyerang Roma. Jenderal Besar Kartago Hannibal menginvasi Italia dan mencetak kemenangan besar di Danau Trasimene dan Cannae. Namun kemudian mengalami kekalahan di tangan Scipio Africanus di Roma pada tahun 202 SM.

Alih-alih berhasil mengalahkan dan menguasai wilayah kekuasaan, Kartago kalah. Justru Roma yang makin mendominasi kekuasaannya atas Mediterania barat dan sebagian besar Spanyol.

Selanjutnya, 5 dekade kemudian, Perang Punisia III (149-146 SM) terjadi. Pasukan Roma di bawah pimpinan Jenderal Scipio Aemilianus melakukan gempuran terus menerus ke Kartago, hingga akhirnya pasukan Kartago menyerah.

Kota Kartago pada akhirnya lenyap setelah bertahan selama 700 tahun. Sekitar 50.000 warga Kartago yang tersisa kemudian diperjualbelikan sebagai budak.

Peradaban Romawi semakin kuat, setelah berhasil menginvasi dan mengalahkan Raja Philip V dari Macedonia dalam Perang Macedonia. Romawi kemudian menjadi kerajaan terbesar dengan kekuasaan terbentang dari pantai Atlantik Spanyol ke perbatasan antara Yunani dan Asia Kecil.

Meski secara fisik, perang antara Roma Italia dan Kartago Tunisia sudah berakhir. Namun ketegangan terus terjadi hingga Abad 20. Pada akhirnya Wali kota Roma dan Wali kota Kartago secara resmi mengakhiri konflik Perang Punisia ini pada 5 Februari 1985. (Uli)