Peran Perempuan Menjadi Sorotan Dalam Pertemuan Parlemen Negara G-20

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 6 November 2018

Indolinear.com, Argentina – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menerangkan bahwa saat ini perempuan masih banyak yang tidak memiliki pekerjaan stabil dan mendapatkan gaji lebih rendah dibandingkan laki-laki. McKinsey Global Institute di tahun 2016 memperkirakan 28 triliun dolar Amerika Serikat (AS) dapat ditambahkan ke Gross Domestic Product (GDP) global tahunan, jika perempuan berpartisipasi dalam angkatan kerja pada tingkat yang sama dengan laki-laki.

“Organisasi Buruh Internasional juga memperkirakan pada tahun 2017 bahwa 865 juta perempuan dapat memainkan peran mereka secara signifikan,” ujar Nurhayati saat menjadi pembicara pada sesi Making Development Works for Women, mengenai bagaimana perempuan mendapat manfaat dari pembangunan, dihadapan Parlemen Negara G-20 di Buenos Aries, Argentina, dilansir dari Tribunnews.com (05/11/2018).

Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian bersama, mengingat banyak potensi yang hilang akibat adanya ketidaksetaraan gender dalam pekerjaan. Di sisi lain ia pun menekankan bahwa perempuan memiliki potensi untuk berkontribusi pada ekonomi global. Namun hanya sedikit perempuan yang dapat terlibat dalam pengambilan keputusan, hal ini membuat pembangunan lebih menguntungkan laki-laki daripada perempuan.

“Saya percaya bahwa keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan menghasilkan dampak positif. Untuk itu, kita memerlukan lingkungan yang sehat yang menjamin hak dan peluang yang setara, tidak hanya sebagai slogan. Perumusan kebijakan dan implementasi perusahaan adalah suatu keharusan. Cara dan sarana untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan harus disertai dengan upaya untuk mempromosikan distribusi pembangunan yang adil, termasuk di daerah pedesaan,” papar Nurhayati.

Selain itu, legislator Partai Demokrat itu menyoroti bahwa kesetaraan gender bukan hanya sebatas hak demokratis, tetapi menjadi prasyarat yang diperlukan dalam pembangunan berkelanjutan untuk dalam hal pembangunan. Jika perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan, kapasitas dan suara yang setara, maka kesetaraan gender akan tercapai.

Baca Juga :  DPR Masih Dipercaya Untuk Menyalurkan Aspirasi Masyarakat

“Saya mendorong agar keterwakilan perempuan bukan hanya tentang angka saja, dan meminta agar perempuan diberi kesempatan, sehingga mereka dapat mewakili diri mereka sendiri dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Kepentingan perempuan tidak hanya tentang keseimbangan gender, tetapi yang lebih penting, perspektif gender dalam semua hal, terutama aspek pembangunan,” harap legislator dapil Jawa Timur itu. (Uli)

%d blogger menyukai ini: