Peran Orang Tua jadi Kunci Pencegahan Kenakalan Remaja

FOTO: rahmat/indolinear.com
Kamis, 18 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Pandemi Covid-19 tak hanya berimbas pada sektor kesehatan dan ekonomi di Indonesia. Sektor pendidikan dan anak juga mengalami dampak yang cukup serius.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, penanganan kasus perempuan dan anak menjadi tugas bersama.

“Ini menjadi tugas kita bersama dalam menangani permasalahan sosial seputaran anak dan perempuan. Bukan menjadi tugas satu instansi, melainkan harus melibatkan banyak pihak,” ujar Arief, Rabu (17/3/2021).

Dia menyebut, Pemerintah Kota Tangerang telah memiliki skenario penanganan kasus perempuan dan anak, baik dalam pencegahan atau tindakan setelah kejadian.

“Melalui klinik Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) yang disediakan oleh Pemkot Tangerang, saya berharap dapat menjadi salah satu solusi kebutuhan permasalahan sosial ini,” ucap Arief.

Puspaga dan P2TP2A, lanjut dia, memiliki layanan berupa pusat informasi serta konsultasi permasalahan anak dan keluarga. Layanan tersebut diberikan secara gratis.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Djatmiko mengeklaim sudah dibuat berbagai program lainnya untuk meminimalisasi kekerasan yang bisa dilakukan atau diterima oleh anak dan perempuan.

“Berbagai parenting, sosialisasi, PATBM (Perlindungana Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) yang melibatkan perangkat RT dan RW juga telah kami buat,” ucap dia.

Namun demikian, tegas Djatmiko, tetap saja ujung tombak dari permasalahan ini adalah kembali ke rumah dan orang tua masing-masing. (srh)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: