Perampokan Senilai Rp 395 Miliar, Tertangkap 6 Tahun Kemudian

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 21 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – 17 Januari 1950, 11 orang pria merampok sebuah gudang penyimpananan uang yang bernilai lebih dari 2 Juta USD (Saat ini 29 Juta USD atau sekitar Rp 395 Miliar).

Perampokan bank ini terjadi di sebuah gudang penyimpanan uang dari perusahaan private security bernama Brink di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Tindakan kriminal ini digolongan sebagai kejahatan luar biasa dan ‘hampir’ sempurna karena pelaku berhasil ditangkap enam tahun kemudian pada Januari 1956.

Dalang perampokan ini bernama Anthony “Fats” Pino, seorang penjahat kriminal yang merekrut sebuah grup yang terdiri dari 10 orang laki-laki untuk mengintai tempat tersebut selama 18 bulan, dilansir dari Tribunnews.com (19/01/2020).

Anak buah Pino ini kemudian membuat rencana untuk mencuri sistem alarm untuk mengubahnya dan mengembalikannya sebelum ada yang melihat.

Kronologi             

Pelaku mengenakan pakaian berjenis mantel berwarna biru tua dan topi sopir yang mirip dengan seragam karyawan Brink.

Para pelaku juga mengenakan topeng Halloween.

Setelah berhasil masuk ke dalam bangunan dengan menggunakan kunci-salinan, mereka sempat mengejutkan dan mengikat sejumlah karyawan di dalam ruang penghitungan.

Mereka kemudian mengisi 14 tas kanvas yang mereka bawa dengan uang tunai, koin, cek, dan wesel dengan berat total lebih dari setengah ton.

Para lelaki itu kemudian keluar dan naik mobil mereka dengan cepat.

Waktu yang dibutuhkan untuk merampok adalah sekitar 30 menit.

Mereka berhasil menggondol materi bernilai 2,7 Juta USD (Saat ini 29 Juta USD atau sekitar Rp 395 Miliar).

Penangkapan sejumlah pelaku Thomas F.

Penangkapan sejumlah pelaku Thomas F. “Sandy” Richardson and “James Faherty (Boston Globe Archive)

Jejak Pencuri

Dilaporkan tidak ada yang terluka dalam perampokan itu.

Para pencuri hampir tidak meninggalkan petunjuk apapun selain seutas tali yang digunakan untuk mengikat karyawan perusahaan.

Petunjuk lain yang ditinggalkan yaitu berupa satu topi sopir.

Para pencuri bersepakat satu sama lain untuk menghindari masalah yang timbul kemudian hari dengan tidak menyentuh uang curiannya selama enam tahun menunggu habis masa berlaku aturan pembatasan kepemilikan uang di wilayah tersebut.

Mereka mungkin berhasil menjalankan aksinya, namun berkat seorang anggotanya, Joseph “Specs” O’Keefe, aksi mereka terungkap enam tahun setelahnya.

Joseph “Specs” O’Keefe membagikan jatahnya kepada orang lain dengan tujuan membayar denda penjara akibat pencurian lain yang ia lakukan.

Saat di dalam penjara, O’Keefe mengirimkan pesan kepada para teman-temannya untuk meminta uang .

Dalam pesannya tersebut, ada isyarat dari O’Keefe bahwa ia akan berbicara perihal pencurian yang ia lakukan dahulu.

Teman-temannya muak, mereka mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuh O’Keefe.

Namun sebelum dirinya dibunuh, pembunuh bayaran dan anggota kelompok pencuri ini pun ditangkap.

O’Keefe yang terluka ini membuat kesepakatan dengan FBI untuk menjadi saksi melawan rekan-rekannya dahulu.

Seiring waktu berjalan, delapan perampok Brink lainnya kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Dua orang anggota mereka meninggal sebelum diadakannya pengadilan.

Namun demikian, hanya sebagian kecil saja dari uang perampokan yang berhasil ditemukan kepolisian.

Sementara terdapat sebuah tempat di perbukitan utara Grand Rapids, Minnesota yang dikabarkan menjadi tempat penyimpanan uang curian.

Namun demikian, hal itu tak pernah terbukti benar.

Pada tahun 1978, perampokan terkenal itu diabadikan dalam film berjudul The Brink’s Job, yang dibintangi oleh Peter Falk. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: