Penyakit Aneh, Tak Bisa Membedakan Angka 2 Sampai 9

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Rabu, 23 September 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Para ilmuwan di Johns Hopkins University melaporkan kasus aneh. Seorang pria yang menderita penyakit otak degeneratif langka tidak dapat membedakan bilangan dasar dari 2 hingga 9.

Pria yang bekerja sebagai ahli geologi itu didiagnosis dengan penyakit otak degeneratif langka yang disebut dengan sindrom corticobasal.

Setelah menelitinya selama delapan tahun, para ilmuwan mengatakan ahli geologi berinisial RFS itu menderita kerusakan saraf yang parah.

Dia tidak bisa membedakan atau menulis angka antara 2 dan 9. RFS bahkan tidak bisa membedakan gambar atau kata dengan angka antara 2 dan 9 di dalamnya.

” Ketika melihat angka, otaknya harus ‘memeriksanya’ terlebih dahulu sebelum mengenalinya sebagai angka,” ujar Michael McCloskey, pakar kognitif di Johns Hopkins University, dilansir dari Dream.co.id (22/09/2020).

Namun anehnya, RFS masih bisa mengenali huruf, simbol, dan bahkan angka 1 dan 0. Tapi, begitu melihat angka antara 2 dan 9, pandangannya langsung buram.

” Contohnya, saat melihat angka 8, mata dan otaknya melihat angka itu sebagai spaghetti,” kata McCloskey.

RFS juga tidak bisa memahami, mengidentifikasi, dan menulis sebagian besar angka dalam Bahasa Arab.

Umumnya, orang yang menderita sindrom kortikobasal mengalami gejala seperti masalah ingatan, kejang otot, dan kesulitan berjalan.

Dalam satu ekperimen, para ilmuwan menaruh sebuah gambar atau kata di atas sekelompok tumpukan angka.

Seperti yang diduga, RFS ternyata mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi gambar atau kata tersebut.

Padahal, setelah angka-angka itu dihilangkan, RFS mampu mengenali gambar atau kata itu dengan baik.

” Dia sama sekali tidak menyadari bahwa ada sebuah kata di sana. Namun begitu angka-angka itu dihilangkan, otaknya tidak hanya mendeteksi keberadaan sebuah kata, tetapi mengidentifikasi kata itu,” ujar Teresa Schubert, pakar kognitif lainnya di Johns Hopkins University.

” Hasil ini menunjukkan bahwa otak RFS sedang melakukan pemrosesan yang kompleks tanpa dia menyadarinya,” kata David Rothlein dari VA Boston Healthcare.

Penelitian yang cukup menarik namun aneh ini telah dipublikasikan di jurnal PNAS. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: