Penumpang Melonjak 60 Persen, KAI Menambah Tujuh Kereta Jarak Jauh

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 4 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah tujuh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh menyusul lonjakan penumpang sebanyak 60 persen pada Juli 2020.

Hal itu disampaikan VP Public Relations KAI Joni Martinus, Senin (3/8/2020).

“Terdapat 7 Kereta Api Jarak Jauh yang kembali dioperasikan KAI pada akhir pekan dan tanggal tertentu di bulan Agustus setelah sebelumnya Kereta Api tersebut dihentikan sementara operasionalnya,” jelas Joni, dilansir dari Tribunnews.com (03/08/2020)

Ketujuh KA Jarak Jauh tersebut di antaranya KA Harina (Bandung – Surabaya Pasar Turi pp), Senja Utama Solo (Solo Balapan – Pasar Senen), Mataram (Pasar Senen – Solo Balapan), Matarmaja (Pasar Senen – Malang pp), Pasundan (Bandung Kiaracondong – Surabaya Gubeng pp), Wijayakusuma (Cilacap – Ketapang pp), dan Sawunggalih (Pasar Senen – Kutoarjo pp).

“Kereta Api tersebut kami jalankan kembali setelah melihat minat masyarakat yang terus tumbuh untuk menggunakan transportasi kereta api,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Pada Juli 2020, KAI telah melayani 1.122.357 pelanggan, naik 60 persen dibanding dengan volume pelanggan pada Juni sebesar 699.309 pelanggan.

Adapun rinciannya yaitu volume pelanggan KA Jarak Jauh pada Juli sebanyak 215.796 pelanggan, naik 224 persen dibanding Juni sebanyak 66.687 pelanggan, dan volume pelanggan KA Lokal pada Juli sebanyak 906.561 pelanggan, naik 43 persen dibanding Juni sebanyak 632.622 pelanggan.

KAI menilai, peningkatan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, seperti menghadirkan discount tiket, undian berhadiah, libur hari raya Idul Adha, penambahan jadwal perjalanan secara bertahap, dan hadirnya layanan Rapid Test Covid-19 dengan harga terjangkau di stasiun.

Layanan Rapid Test di stasiun hasil kerja sama KAI dan Rajawali Nusindo tersebut sangat diminati oleh calon pelanggan.

Terbukti sampai dengan 2 Agustus, terdapat 7.340 calon pelanggan yang menggunakan layanan rapid test di 12 stasiun, atau rata-rata 1.048 peserta setiap harinya.

Dengan demikian, rata-rata jumlah perjalanan KA perhari di Agustus 2020 yaitu sebanyak 178 KA perhari dibanding 155 KA perhari pada Juli 2020.

“Meski terjadi peningkatan perjalanan kereta api, KAI tetap berkomitmen menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dengan aman, selamat, nyaman, dan sehat sampai di stasiun tujuan,” tutur Joni.

Pelanggan yang naik kereta api diharuskan memakai masker, suhu tidak melebihi 37,3 derajat, dalam kondisi sehat (tidak demam, batuk, flu, dan sesak napas), serta mengimbau pelanggan untuk memakai pakaian lengan panjang.

“Penambahan kereta api di bulan Agustus ini kami harap dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Joni. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: