Penumpang LRT Jakarta Turun Signifikan Di Masa PSBB

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 2 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Penumpang LRT Jakarta alami penurunan signifikan. Hal itu bisa terlihat jika membandingkan kondisi saat PSBB belum berlaku dan saat PSBB diterapkan efektif.

Plt General Manager Corporate Secretary PT LRT Jakarta Bintang Kemal mengatakan sebelum PSBB berlaku, jumlah penumpang tercatat mencapai 82.141 orang. Namun usai PSBB diterapkan, puluhan ribu penumpang itu turun menjadi hanya 6.962 dalam kurun 14 – 27 September 2020.

“Penumpang kereta LRT Jakarta mengalami penurunan selama PSBB ini,” kata Bintang dalam keterangannya, dilansir dari Tribunnews.com (01/10/2020).

Ia menyebut penerapan protokol kesehatan terhadap Covid-19 berjalan cukup optimal. Hal itu bisa terlihat dari jumlah penumpang yang turun drastis.

Di sisi lain, protokol kesehatan di lingkup transportasi khususnya stasiun LRT Jakarta juga disebut berjalan tertib. Kata Bintang, penjagaan jarak, kewajiban menggunakan masker dan terbiasa mencuci tangan berjalan cukup baik.

“Di setiap pintu masuk stasiun petugas juga memeriksa suhu tubuh penumpang,” tutur dia.

Adapun berdasarkan SK Kadishub DKI Jakarta Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi, jam operasional LRT mengikuti ketentuan di dalamnya.

Kapasitas angkut penumpang dibatasi menjadi 30 orang per gerbong, atau 60 penumpang per satu rangkaian kereta. Di masa PSBB, LRT Jakarta juga hanya mengoperasikan dua rangkaian kereta.

“Untuk kapasitas angkut penumpang dikurangi menjadi 30 penumpang per kereta atau 60 penumpang dalam satu rangkaian,” pungkasnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: