Penumpang Angkot Cihanjuang Kebingungan Dibawa Berputar-Putar

Selasa, 27 Oktober 2015
Info Banten | Uploader Arif
loading...

CIMAHI – Ruas Jalan Cihanjuang tepatnya di Jalan Daeng Muhamad Ardiwinata Kota Cimahi mulai dilakukan perbaikan. Pengerjaan dengan menggunakan sistem betonisasi tersebut dilakukan dari pertigaan Jln. Jati Serut sampai Jln. Daeng Muhammad Ardiwinata hingga RW 10 Gg. Sopandi.

Kendaraan yang melintasi kawasan tersebut pun harus sedikit bersabar. Sebab, rekayasa jalan diberlakukan. Kendaraan dari arah Parongpong harus memutar melalui Blok C Jln. H. Enur-Jln. Pasantren-Jln. Jati Serut untuk menuju Cihanjuang bawah.

Pengendara angkutan Cimahi-Parompong, Deden ,35, mengatakan, dirinya harus membawa kendaraannya dengan memutar arah, akibat pengerjaan jalan tersebut. “Wajar yah jadi muter arah karena ada perbaikan jalan. Tapi kebanyakan yang protes itu dari penumpang karena dibawa muter-muter,” ujarnya, Minggu (25/10/2015).

Deden mengaku tidak mempermasalahkannya, diharapkan dengan pengerjaan jalan tersebut nantinya kualitas jalan bisa awet untuk dipakai lama. “Tiap harinya ya jadi belok ke Blok C. Dengan dibeton begini, mudah-mudahan jalannya bisa dipakai lama dan awet,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid. Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi, Agus Joko menuturkan, pengerjaan pengecoran sendiri berlangsung mulai dari hari Senin (19/10) malam. “Masyarakat harap bisa memakluminya kalau terjadi macet. Total pengecoran sendiri berlangsung sekitar 1 bulan,” ujarnya.

Agus mengatakan, dilakukan pengerjaan dengan berlangsung tiap jalur, agar arus lalu lintas tidak terhambat. Perbaikan jalan berlangsung sepanjang 525 meter dengan lebar enam meter.

“Dilakukan dengan perjalur, agar sebagian jalan bisa dipakai oleh pengendara. Ketebalan beton dipakai setebal 20 cm, anggaran pengerjaannya sendiri sekitar Rp 764,635 juta,” jelasnya.

Akibat air melimpas dari saluran drainase, lanjut Agus, terdapat sejumlah titik aspal yang terkelupas. Dengan sistem betonisasi, diharapkan kualitas jalan nantinya menjadi tahan dari kerusakan.

“Banyak titik-titik aspal yang terkelupas gara-gara air yang melimpas dari saluran drainase. Mudah-mudahan setelah dibeton, badan jalan menjadi tahan dari kerusakan yang sering menghambat arus jalan,” tutupnya.

(RadarBandung/ham)

Sumber :pojoksatu.id