Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terhadap Tes PCR, Begini Langkah Yang Dilakukan Smartcolab

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 27 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Klinik dan laboratorium medik yang menyediakan layanan tes Covid-19, Smartcolab terus mengembangkan cabang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tes PCR maupun antigen.

CEO Smartcolab, Sari Pramono mengatakan, Smartcolab melakukan inovasi melalui hadirnya klinik dan laboratorium medik di seluruh Indonesia yang fokus terhadap layanan tes Covid-19.

“Untuk memenuhi kebutuhan test Covid-19, Smartcolab telah memiliki 24 cabang yang tersebar di daerah Jakarta, Bekasi, Depok, Tanggerang dan Bali dengan tujuan memaksimalkan pelayanan kesehatan di seluruh daerah dan melakukan akrelerasi dalam pencegahan penularan Covid-19 melalui tes Covid-19, sebagai wujud mendukung program pemerintah,” ujar Sari dalam keterangannya, Dilansir dari Tribunnews.com (26/10/2021).

Menurutnya, Smartcolab ke depannya masih akan terus berkembang dengan tetap memperhatikan pertimbangan-pertimbangan strategis, dengan komitmen sebagai perusahaan berstandar internasional.

“Kami menyediakan produk dan pelayanan terbaik berupa layanan 24 jam swab test dibeberapa cabang (Tebet Barat, Tanah Kusir, Inkoppol Manggarai, dan Kemang),” papar Sari.

Sari menambahkan, Smartcolab juga memiliki layanan smart drive di beberapa cabang dan bisa keluar dalam waktu 24 jam.

“Smartcolab akan terus berkembang dan betumbuh, melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik, dengan inovasi,” paparnya.

Menkes: Tes PCR di Indonesia termasuk paling murah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan harga tes PCR di Indonesia sudah termasuk yang paling murah.

Menurutnya, saat ini harga tes PCR di bandara Indonesia sudah 25 persen termurah secara global.

“Kalau diturunkan menjadi Rp 300 ribu, itu mungkin Indonesia masuk 10 persen yang paling murah dibanding harga PCR airport di dunia,” tutur Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10/2021).

Ia mengatakan kondisi Indonesia sulit untuk mencapai harga terendah harga tes PCR.

Menkes Budi menyebut contohnya negara India yang mematok harga PCR hanya Rp 160 ribu tetapi karena mereka mampu memproduksi di dalam negeri.

“India negara yang paling murah untuk semuanya. Gitu ya selain China. Skala ekonomi negara India juga tercapai karena jumlah populasinya mencapai 2 billion,” kata Budi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar harga tes PCR diturunkan menjadi hanya Rp 300 ribu. (Uli)