Pensiunan TNI Perangi Penjajah, Kini Hidup Susah Di Rumah Reot

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 2 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Perjuangan merebut Tanah Air tercinta dari segala bentuk penjajahan dari kaum kolonial bukanlah suatu perkara yang mudah. Banyak pahlawan yang rela bercucuran air mata hingga darah untuk membangun tembok negara yang kini disebut dengan NKRI pada tahun 1945 lalu.

Salah satu sosok pejuang yang turut mengusir penjajah hingga titik darah penghabisan kala itu adalah Pak Ici. Meski kini masih bertahan di rumah sederhananya, namun semangat nasionalisme Pak Ici masih terlihat di sosoknya yang gagah.

Usia Lanjut

Dilansir dari Merdeka.com (31/08/2020), Pak Ici merupakan salah satu prajurit yang membela Tanah Air pada saat melawan penjajah 75 tahun lalu. Kini, raganya yang berusia 87 tahun itu pun sudah tak sekuat dirinya dahulu tatkala mempertahankan NKRI dari serangan kolonialisme.

“Siapa pria gagah ini? Beliau adalah Pak Ici, seorang berusia 87 tahun,” tulis sang pengunggah foto.

Masih Terlihat Gagah

Meskipun telah berusia lanjut, namun raga dan pandangan Pak Ici masih terlihat gagah serta penuh semangat. Dengan postur tubuh yang tegap dan sikap sempurna, pejuang kemerdekaan NKRI yang satu ini tetap terlihat bangga berpose di beberapa sudut rumah sederhananya.

Gunakan Seragam Kebanggaan

Lengkap dengan topi baret dan seragam prajuritnya, raut wajah Pak Ici pun masih tetap penuh semangat perjuangan yang membara. Bahkan, nampaknya Pak Ici masih menyimpan seragamnya lengkap dengan berbagai atributnya yang menempel di dadanya.

Ia pun terlihat bangga menggunakan seragam yang digunakannya tatkala mengusir para penjajah dari Ibu Pertiwi.

Tinggal di Gubuk Reot

Meski dahulu adalah salah satu sosok yang turut mengusir penjajah dari Tanah Air, pria yang kini berusia lanjut tersebut masih harus berlapang dada untuk tetap tinggal di sebuah gubug sederhana. Berdinding bambu, rumah kecil Pak Ici tersebut diketahui hanya berukuran 4×6 meter.

Setiap harinya, Pak Ici harus menahan hawa dingin menusuk tulang yang melewati sela-sela dinding dan atap bambu yang kini mulai rapuh termakan usia.

Perabotan Sederhana

Jauh dari kata mewah, kehidupan sederhana Pak Ici pun nampak dari berbagai perabotan rumahnya yang tak seberapa. Dari mulai perabotan dapur hingga ruang tengah, semua terlihat sederhana tertata di beberapa sudut rumah yang beralaskan bambu.

Bersama Anak Bungsu

Cukup jauh dari pusat Kota Garut, Pak Ici yang tinggal bersama anak bungsunya tersebut tinggal di sebuah desa bernama Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan. Untuk sampai ke pusat kota, Pak Ici diketahui harus rela menempuh perjalanan melewati jalan setapak sederhana yang hanya dapat dilalui oleh sepeda motor.

“2 km jelang rumah beliau, hanya merupakan jalan setapak yang hanya dilalui sepeda motor,” sambungnya.

Buat Warganet Kagum

Meksi kini telah berusia 87 tahun, namun semangat juang Pak Ici nampaknya tetap terlihat di raganya yang kini telah berusia senja. Terbukti dari beberapa warganet yang merasa kagum dengan perawakan gagah yang masih dimiliki oleh Pak Ici tersebut.

“Mantap pak, sudah 87 tahun tapi masih gagah postur tubuhnya,” tulis nomelaa.

“Posturnya masih gagah,” kata fikrimahmulia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: