Penjualannya Anjlok Dan Jadi Tumbal, Honda Bersikeras Pertahankan Mobilio

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 1 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Penjualan low multi purpose vehicle (LMPV) milik PT Honda Prospect Motor (HPM), Mobilio memang tengah terpuruk. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Maret 2022 model ini hanya terkirim sebanyak 10 unit, dan pada April naik menjadi 304 unit.

Melihat kondisi Honda Mobilio saat ini, pabrikan asal Jepang tersebut, ternyata belum memberikan tanda jika pesaing Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander ini akan diperbarui.

Business Innovation and Sales & Marketing PT HPM, Yusak Billy menjelaskan, tetap mempertahankan konsistensi Mobilio alias tidak ada rencana untuk menyuntik mati model tersebut.

“Tidak ada kata-kata disuntik mati, karena pasarnya masih ada untuk fleet. Sekarang itu, paling banyak diminta transmisi manual untuk kebutuhan fleet (borongan),” jelas pria yang akrab disapa Billy ini di Bali, dilansir dari Liputan6.com (30/05/2022).

Lanjutnya, terkait produksi Mobilio yang memang menurun, karena jika dibuat dalam jumlah banyak maka akan mengganggu Brio. Pasalnya, inden Brio saat ini juga cukup banyak dan waktu tunggunya masih panjang.

Hal tersebut, dikarenakan kelangkaan chip semi konduktor, serta beberapa komponen Mobilio memang sama dengan Brio sehingga harus ada yang dikorbankan agar waktu tunggu ke konsumen untuk Brio tidak terlalu lama.

“Kalau produksi Mobilio banyak, nanti Brio indennya lebih jauh lagi karena permintaan pasar memang lebih besar Brio. Saat ini, paling hanya 240 sampai 300 unit produksi Brio dalam sebulan,” pungkasnya.

Mobilio dan CR-V Jadi Tumbal Honda Atasi Kelangkaan Chip Semikonduktor

Honda Prospect Motor (HPM) harus memutar otak, untuk mengatasi kelangkaan chip semikonduktor yang masih terjadi hingga saat ini. Bahkan, pabrikan berlambang huruf H ini, harus merelakan pemangkasan produksi beberapa modelnya, untuk lebih memprioritaskan model lain yang memiliki permintaan tinggi di pasar.

Yulian Karfili, Public Relations and Digital Manager HPM menjelaskan, salah satu model yang menjadi prioritas Honda, adalah Brio. Pasalnya, citycar dan juga LCGC pabrikan Jepang ini memiliki demand yang tinggi.

“Brio permintaannya selalu tinggi dari konsumen. Saat ini, setiap komponen datang, kami akan prioritaskan dulu untuk Brio. Bahkan, pabrik kami di Karawang, sudah dioptimalkan untuk memproduksi Brio,” jelas pria yang akrab disapa Arfi ini.

Lanjutnya, sebelum masalah krisis chip semikonduktor ini terjadi, Brio diproduksi khusus di satu line pabrik. Dan saat ini, sudah 2 line produksi yang dipakai untuk model mobil perkotaan pabrikan berlambang huruf H ini.

“Tapi, tentu bergantian dengan model yang lain, untuk stok level yang masih bisa di-manage seperti Mobilio dan CR-V kadang-kadang kita prioritaskan untuk model yang indennya sangat tinggi,” tegasnya. (Uli)

loading...