Penjualan Mobil Di Indonesia Pada Mei 2022 Turun 24,7 Persen

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 22 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Penjualan mobil secara nasional, pada Mei 2022 mengalami penurunan yang cukup drastis. Baik retail (diler ke konsumen) maupun wholesale (pabrik ke diler) mengalami terjun bebas, dibandingkan April 2022.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan ritel pada Mei 2022 sebanyak 61.558 unit. Jumlah tersebut, turun 24,7 persen dibanding bulan sebelumnya, yang mencapai 81.615 unit.

Sementara itu, dibanding periode yang sama pada 2021, penjualan retail juga turun 4,07 persen. Pada Mei 2022, penjualan tercatat sebanyak 64.175 unit.

Jika dilihat secara bulanan, penjualan mobil pada Mei 2022 menjadi yang terendah, setelah Februari 2021 yang hanya mencapai 46.941 unit. Setelah itu, penjualan mobil secara nasional per bulan, selalu di atas 64 ribuan unit.

Berdasarkan periode keseluruhan, atau dari Januari hingga Mei 2022 penjualan masih tumbuh dua digit dibandingkan periode yang sama pada 2021. Pada 2022, jumlah penjualan selama lima bulan mencapai 381.677 unit atau naik 18,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 322.129 unit.

Sementara itu, dari wholesale, penjualan Mei 2022 juga terendah, hanya 49.453 unit. Turun 40,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencapai 82.879 unit.

Dibandingkan periode yang sama pada 2021, penjualan mei 2022 turun 9,77% dengan pencapaian Mei 2021 sebanyak 54.812 unit. Sepanjang Januari hingga Mei 2022, wholesale tercatat sebanyak 396.153 unit atau naik 23,20% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 396.153 unit, dilansir dari Liputan6.com (20/06/2022).

Brio Mendominasi Penjualan Honda

Meskipun hari kerja yang lebih sedikit karen libur Lebaran, Honda mampu mencatatkan penjualan mobil sebesar 7.758 unit. Tiga model masih jadi andalan, yaitu Brio series, all new HR-V, dan juga all new BR-V.

Honda Brio series meraih penjualan tertinggi dengan total 3.872 unit, yang terdiri dari Honda Brio Satya sebesar 3,032 unit dan Brio RS sebesar 840 unit. Penjualan tersebut memberikan kontribusi sebanyak 49,9 persen dari total penjualan HPM pada Mei 2022.

All new Honda HR-V berkontribusi sebesar 19,9 persen dari total penjualan, sebanyak 1.542 unit pada Mei 2022. Model SUV lainnya, yaitu all new Honda BR-V juga berkontribusi sebesar 18.1 persen dari total penjualan HPM, sebanyak 1.407 unit

Model Honda lainnya juga turut memberikan kontribusi terhadap penjualan Honda pada Mei 2022, yaitu City Hatchback RS sebesar 378 unit diikuti new Honda CR-V 351 unit, dan Mobilio 101 unit. Kemudian untuk jajaran mobil sedan, all new Honda Civic RS terjual 44 unit, diikuti all new Honda City 40 unit serta new Honda Accord 23 unit.

Yusak Billy sebagai Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM mengatakan, penjualan retail Honda pada Mei dipengaruhi hari kerja yang lebih sedikit. Namun permintaan konsumen sampai saat ini masih positif terutama untuk model-model seperti All New HR-V, All New BR-V dan Honda Brio.

“Meskipun demikian, kendala di pasokan komponen untuk produksi masih berlanjut hingga saat ini, sehingga kami terus berupaya untuk memaksimalkan produksi agar konsumen yang telah melakukan pemesanan bisa mendapatkan mobil dalam waktu yang secepat-cepatnya,” jelas Billy.

Penjualan Mobil di Asia Tenggara Kuartal 1 2022

Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Asia Tenggara berdampak cukup besar bagi industri otomotif. Namun, seiring dengan kondisi yang terus membaik, penjualan di ASEAN juga berangsur-angsur pulih.

Berdasarkan data ASEAN Automotive Federation, penjualan mobil di Asia Tenggara pada kuartal 1 2022 sebanyak 649.306 unit atau meningkat 23,8 persen dibanding periode yang sama 2021, yang hanya sebesar 686.053 unit.

Indonesia masih menjadi yang tertinggi, dengan total penjualan sepanjang Januari hingga Maret 2022 sebesar 263.822 unit atau meningkat 41,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 187.026 unit.

Thailand berada di posisin kedua, dengan penjualan sebanyak 246.641 unit atau meningkat 27 persen dibanding periode yang sama 2021 sebesar 194.137 unit. Malaysia di posisi selanjutnya, dengan penjualan sebanyak 159.752 unit atau meningkat 12,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 141.716 unit.

Vietnam di posisi keempat dengan penjualan mobil sebesar 90.506 unit atau meningkat 27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sebesar 71.244 unit. Sementara itu, Filipina berhasil menjual sebanyak 74.754 unit dengan peningkatan 6,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 70.312 unit.

Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengalami penurunan penjualan, dengan hanya mampu menjual sebanyak 10.440 unit pada tiga bulan pertama 2022, dengan turun sebesar 43,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 18.393 unit.

Myanmar menjadi negara paling buncit dengan penjualan sebanyak 3.391 unit atau naik 5,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.225 unit. (Uli)