Penjualan Melempem, Benarkah Daihatsu Hi-Max Akan Disuntik Mati?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 17 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Sempat dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan Daihatsu Terios, penjualan mobil mungil di segmen pick up, Hi-Max diakui tak sampai 10 unit setiap bulannya.

Melihat hal tersebut Amelia Tjandra selaku Direktur Penjualan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengaku pihaknya akan melakukan evaluasi terkait mobil komersial tersebut.

“Kalau Hi Max itu paling juga di bawah 10 unit per-bulan, dikit. Jadi sekarang produksi untuk berapa lama. Jual-jual kalau sudah habis bikin lagi,” kata Amel di Bandung, Jawa Barat, dilansir dari Liputan6.com (15/10/2019).

Saat disinggung sampai kapan Daihatsu akan menjual Hi Max di Indonesia, pihaknya enggan berkomentar. Bahkan, pihaknya belum mengetahui apakah mobil pabrikan otomotif asal Jepang tersebut masih akan dijual tahun depan.

“Belum tahu (masih dijual tahun depan). Kalau masih ada barangnya iya dijual, masih ada produksi nanti,” ujarnya.

Hadirnya Daihatsu Grand Max diakui Amel sebagai salah satu alasan Hi Max enggan dipilih konsumen Tanah Air. Hal itu dikarenakan kapasitas angkut mobil tersebut berbeda.

“Itu hukum alam yang enggak laku mau enggak mau kita harus sadar jual yang laku. Itu kan berdasarkan pemilihan customer, sekarang masih jualan,” tutur Amel.

Mesin Hi Max

Secara dimensi Daihatsu Hi-Max punya panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.770 mm dengan jarak sumbu roda 1.900 mm. Sementara pada bak, punya panjang 1.935 mm, lebar 1.395 mm, dan tinggi 285 mm.

Menyoal jantung mekanis, 1KR-DE berkubikasi 998 cc, tiga silinder, 12 katup yang menjanjikan tenaga 56 Tk pada 5.000 rpm dan torsi 85 Nm pada 4.000 rpm.

Selain itu, Hi-Max menjanjikan efisiensi bahan bakar berkat penerapan mesin seri 1KR-DE DOHC, atau sama dengan Ayla 1,0 liter. (Uli)

INDOLINEAR.TV