Penjual Gorengan Viral Di Pasar Windusari Yang Kebal Minyak Panas

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 7 Oktober 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sebuah warung di pinggir Pasar Windusari, Magelang, Jawa Tengah ini selalu dikerumuni pembeli. Meski tempatnya hanya kecil, namun para pembeli rela mengantre. Bahkan, pembelinya bukan hanya dari Magelang saja. Beberapa orang dari luar kota, sengaja mampir ke warung sederhana ini.

Bagaimana tidak? Pasalnya, sang penjual gorengan ini punya aksi masak yang menakjubkan. Wanita paruh baya bernama Sri Rejeki ini menggoreng gorengannya tanpa sotil (alat penggorengan). Ya, Sri mencelupkan tangan kosong ke minyak panas untuk membalik dan mengangkat gorengannya.

Sri Rejeki, wanita 55 tahun ini memang dapat memasukkan dan mengeluarkan tangannya ke minyak goreng yang sudah panas. Tanpa cedera atau luka bakar sedikitpun. Hal ini lah yang menarik perhatian pembeli, dilansir dari Merdeka.com (06/10/2021).

Minyak di wajan sudah panas, kali ini Sri akan menggoreng tempe. Setelah tempe dioles adonan, Ia pun memasukkan tangannya ke wajan penggorengan. Raut wajahnya tak terlihat nyeri kepanasan atau terluka. Justru, Ia santai sambil bercengkrama dengan pembeli.

Sri sangat lihai membolak-balikan gorengannya. Cekatan membolak-balik gorengannya langsung dengan telapak tangan. Sri menggoreng di wajan seperti layaknya memegang air. Ketika gorengannya tersebut telah matang dan hendak ditiriskan, penjual gorengan tersebut dengan entengnya meraup tumpukan gorengan. Benar-benar bikin takjub!

Menariknya, aksi menggoreng dengan tangan kosong ini sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu. Diketahui, Sri memang sudah menjual gorengan di Pasar Windusari sekitar 10 tahun lamanya. Namun aksinya baru viral beberapa waktu belakangan ini.

Awal mula Sri menggoreng dengan tangan kosong lantaran saat itu, alat gorengannya tidak ada. Alhasil, Ia mencoba menggunakan telapak tangannya. Awalnya, panas namun karena sudah terbiasa Ia seolah kebal dengan minyak panas tersebut.

Ia juga mengaku tak ada ritual khusus, atau cara khusus agar tahan panas. Hal ini, murni karena Sri sudah terbiasa berjibaku dengan minyak panas.

Sri berjualan sejak jam 6 pagi hingga 11 siang di Pasar Windusari. Sejak pagi, Ia sudah bersiap di lapaknya. Menjual aneka gorengan dan makanan lainnya.

Wanita paruh baya ini menjual beraneka ragam gorengan krispi seperti tempe, sukun, tahu susur, bakwan, rolade, bakwan telo, gembus. Harganya pun juga sangat ramah di kantong. Cukup Rp 2.000 saja bisa mendapat 3 gorengan.

Aksinya yang viral memberi keuntungan bagi Sri. Kini, dagangannya lebih laris dibanding sebelumnya. Banyak warga yang sengaja mampir datang untuk merekam dan mengabadikan aksi Sri Rejeki. Enggak sedikit juga yang mengajak ibu tiga anak ini foto bersama. (Uli)