Penjelasan Ilmiah Soal Penampakan Pocong Di Kedungwaru Kidul

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 6 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Belakangan viral soal penampakan pocong di Kedungwaru Kidul. Foto ini bisa Anda temukan di Google Maps hanya dengan melakukan search keyword Kedungwaru Kidul.

Foto ini adalah unggahan dari pengguna Google yang memiliki akun bernama @artbiz360 pada 2017 silam. Namun akhir-akhir ini viral karena ditemukan penampakan pocong di sana.

Namun apakah sikap sains dalam menjawab pertanyaan soal foto penampakan hantu? Bisa dibilang, ilmu pengetahuan adalah ranah yang tak mempercayai adanya kehidupan gaib.

Soal hantu sendiri, telah banyak penjelasan soal keberadaannya. Namun soal foto penampakan yang jelas mendeskripsikan hantu, sains tetap menolak dengan beberapa penjelasan. Berikut ulasannya, melansir dari Merdeka.com (05/08/2019).

Sesuatu yang Menempel di Lensa Kamera

Sang pengunggah foto yakni artbiz360, menyebut bahwa ia tak tahu menahu bahwa di fotonya terdapat penampakan pocong. Dalam posting Instagramnya, ia positif thinking kalau itu hanyalah serangga yang menempel di lensa.

Hal ini merupakan hal yang masuk akal, dan sains sudah lama menjelaskan soal foto hantu adalah sesuatu yang tertangkap kamera namun tidak pada kisaran fokus, sehingga blur dan tidak jelas. Dalam kasus ini, bentuknya mirip pocong.

Pareidolia

Bentuk yang dirasa mirip dengan pocong ini, dalam ilmu pengetahuan disebut pareidolia.

Ini adalah kondisi psikologis di mana pikiran manusia merespon stimulus dengan memahami pola yang tidak dikenal yang sebenarnya tidak ada, lalu menggabungkannya dengan persepsi imajiner selayaknya hal tersebut ada.

Selain soal adanya penampakan hantu, pareidolia contohnya adalah seperti kita melihat penampakan alien dan fosil iguana di Mars, serta lambang mirip PKI yang ada di bangunan Alexis. Semua tak benar, namun kita mengira itu benar-benar ada.

Jadi, jika kita menggunakan kacamata sains, pocong tersebut bukanlah pocong , namun sesuatu yang mirip dan kita meyakini hal tersebut sebagai pocong sebagai efek dari pareidolia.

Teknik Fotografi

Mari kita berbicara soal teknis di ranah fotografi. Foto tersebut diambil malam hari, dan sang penjepret mengatakan bahwa ia ketika itu sedang memotret milky way.

Nah, bisa disimpulkan bahwa ia menggunakan long eksposure untuk mengambil gambar. Dengan ini, cahaya bisa masuk lebih banyak dan bintang-bintang bisa terjepret dengan baik.

Namun risikonya adalah, kamera harus berada dalam kondisi tenang, tidak boleh gerak sedikitpun karena kecepatan shutternya sangatlah lambat. Jika bergerak, gambar sudah bisa dipastikan akan buram.

Sayangnya, kamera tak bisa dibilang tenang secara sepenuhnya, meski secara keseluruhan goyangan tidak terlalu signifikan. Oleh karena itu, terdapat beberapa bagian foto yang memang buram.

Dari penjelasan tersebut, pocong muncul karena ada distorsi output kamera dikarenakan shutter yang lambat, dan getaran yang terjadi di kamera ketika shutter terbuka.

Mata yang Menyala

Namun bagaimana dengan mata yang menyala?

Memang terlihat mata yang menyala, dan ini sangat meyakinkan bahwa ini adalah pocong.

Sekali lagi, sains tidak akan mempercayai hal ini, dan mungkin akan memberi penjelasan seperti adanya foto orbs: itu adalah sebuah benda yang memantulkan sinar warna merah, dan ketika dipotret dengan long eksposur, benda tersebut terlihat menyala. Contoh benda semacam ini adalah lampu, plastik (seperti yang bisa kita temukan di bagian belakang motor), dan sebagainya.

Terlebih lagi, konsep mata hantu yang menyala adalah produk budaya pop, di mana di film-film, mata hantu digambarkan menyala dan berwarna merah. Tentu tidak serta-merta hantu yang ada di dunia nyata juga punya mata warna merah.

Output Foto

Output juga hal yang layak dibahas, karena seringkali foto hantu tidak selalu memiliki gambar yang jelas.

Begitu pula pada gambar pocong ini, meski dalam ketidaksengajaan luar biasa, fotonya sangat mirip pocong. Namun tak bisa dimungkiri, foto pocong ini tidak terlalu jelas.

Para ilmuwan selalu menjawab hal ini dengan adanya distorsi pixel dari kamera yang membuat sebuah benda random tampak seperti hantu.

Penjelasan Parapsikolog

Parapsikologi adalah kajian ilmiah dan psikologi yang membahas tiga jenis kejadian yang dianggap tidak biasa, dan ada hubungannya dengan pengalaman manusia.

Parapsikolog sendiri adalah ranah yang tepat untuk membahas deretan fenomena seperti aktivitas paranormal, fenomena cenayang, fenomena menjelang ajal, dan tentu saja penampakan hantu.

Parapsikolog sendiri lebih jauh membahas soal bagaimana pengalaman seseorang bertemu hantu, namun kajian ini sedikit membahas soal penampakan hantu di sebuah foto.

Seorang parapsikolog bernama Pamela health menyebut bahwa di dunia pemburu hantu pun foto hantu tak lagi dianggap benar. Hal ini dikarenakan hampir semua foto-foto yang muncul yang disebut terdapat sosok hantu, semuanya tidak benar.

Gizmodo juga mengutip kalau hampir semua website pemburu hantu kini tak lagi menerima foto hantu karena terlalu banyak foto yang tak benar adanya.

Pamela sendiri menjelaskan beberapa aspek yang akan senantiasa memunculkan sesuatu yang kita pikir hantu ketika dipotret. Antara lain bulu halus, lensa yang kotor, refleksi cahaya ke lensa, serta seperti yang kita bahas di atas, gerakan ketika eksposur.

Pamela menyebut bahwa jika seseorang mau sedikit saja mengerti tentang dasar-dasar tentang bagaimana teknologi bekerja, foto-foto hantu tak akan lagi diperdebatkan karena sudah pasti bukan. (Uli)