Penjelasan BMKG Terjadinya Petir Pada Erupsi Gunung Berapi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 14 Januari 2020

Indolinear.com, Filipina – Video viral menunjukkan kilatan petir saat terjadinya erupsi Gunung Taal di Filipina. Kilatan petir tampak keluar dari kawah gunung dan menjalar naik ke langit.

Tak hanya sekali, cahaya yang muncul dari terjadinya petir merambat seiringan dengan melebarnya asap erupsi Gunug Taal.

Lalu bagaimana bisa petir muncul pada erupsi gunung berapi.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan.

Dikutip dari Tribunnews.com (13/01/2020), melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan, petir pada erupsi gunung berapi memang benar bisa terjadi.

Petir vulkanik

Sebagian besar atom atom, pada awalnya netral.

Tetapi dengan banyaknya energi bebas yang hadir, dengan suhu sekitar 1500 Kelvin, tentu ada energi yang cukup untuk melempar keluar elektron yang terikat lemah dari beberapa atom yang mengikat mereka.

Sementara pada saat yang sama ada atom atom yang ingin mengambil elektron yang baru dibebaskan ini, juga dapat dengan mudah melakukan hal tersebut.

Sehingga menciptakan sejumlah besar ion ion positif dan ion ion negative (tahap 2), proses selanjutnya adalah memisahkan banyak muatan muatan negatif dari banyak muatan muatan positif. (tahap 3.)

Dan kita harus memisahkan mereka, dengan jarak yang cukup, untuk mendapatkan beda potensial listrik yang akan menyebabkan sambaran petir. (tahap 4.)

Teori yang lain berpendapat adanya tabrakan partikel yang dikeluarkan saat erupsi dapat mentransfer muatan satu sama lain dan berubah menjadi massa positif atau negatif, kemudian terjadi (Ionisasi) pemisahan muatan terjadi dengan proses yang disebut aerodynamic sorting.

Pemisahan muatan menjadi ion-ion terjadi karena adanya potensial ionisasi antara awan-awan vulkanik.

Dengan adanya pemisahan antara partikel positif dan negatif, dapat memberikan saluran untuk listrik mengalir.

Saat itulah petir dapat terjadi, dimana volkanologis percaya bahwa itu ada hubungannya dengan seberapa cepat partikel berukuran berbeda menetap.(James William, Binus University)

Teori yang lain juga berpendapat bahwa partikel yang lebih besar mungkin memiliki muatan positif dan partikel yang lebih kecil mungkin memiliki muatan negatif dan sebagai partikel yang lebih besar jatuh lebih cepat, yang mungkin membuat pemisahan yang diperlukan untuk menghasilkan petir.

Masih menjadi misteri bagaimana mekanisme ini terjadi.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas erupsi gunung berapi bukan pemicu secara langsung terjadinya petir, jadi meskipun terjadi erupsi utama, tidak berarti kejadian petir memiliki kuantitas yang paling besar.

Gunung Taal erupsi, trending Twitter

Gunung Taal di Filipina meletus kemarin Minggu (12/1/2020) sore waktu setempat.

Topik Gunung Taal meletus menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #PrayForPhilippines.

Lebih dari 28 ribu cuitan tagar #PrayForPhilippines tercatat hingga Senin (13/1/2020) pagi hari ini.

Adapun 200 ribu warga terdampak dan dievakuasi di tempat pengungsian.

Puluhan gempa menyusul pascagunung paling aktif di Filipina itu erupsi.

Sementara itu, erupsi Gunung Taal di Filipina juga mengakibatkan penerbangan terganggu, bandara ditutup sementara.

Inilah fakta terbaru yang dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber.

  1. Fase berbahaya

Ilmuwan setempat memperkirakan gunung berapi tersebut berada dalam fase yang berbahaya.

Letusan akan berdampak pada lingkungan sekitar.

“Letusan berbahaya dapat terjadi dalam beberapa jam hingga berhari-hari,” kata Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina pada hari Minggu ditulis bloomberg.com.

  1. Evakuasi radius 14 kilometer

Aktivitas gunung berapi di kawah utama telah meningkat disertai dengan letusan.

Letusan mengarah ke atas berikut uap dan yang menyebabkan 52 gempa vulkanik.

Demikian laporan Dewan Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nasional setempat pada  Senin dini hari.

Otoritas etempat menegaskan, evakuasi dilakukan radius 8,5 mil (14 kilometer) dari gunung berapi.

  1. Status meningkat, Gunung Taal Siaga 4

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) meningkatkan status siaga Gunung Taal menjadi Siaga 4.

Artinya letusan diperkirakan berpotensi terjadi setelah gunung berapi teersebut memuntahkan abu dan batu setinggi satu kilometer kemarin sore.

Menurut posting media sosial, hujan abu melanda wilayah Tagaytay dan Silang, Cavite; Talisay, Batangas; Cabuyao, Laguna; dan juga kota Parañaque, Makati, Las Piñas, Muntinlupa, Taguig dan bagian lain dari Metro Manila.

Aktivitas di semua tingkatan, publik atau swasta, di seluruh Metro Manila ditunda hari ini.

Serta di Provinsi Cavite dan Kota Batangas di Talisay, Balete, Mataas na Kahoy, Cuenca, Alitagtag, Sta. Teresita, San Nicolas, Agoncillo dan Laurel.

Departemen Pendidikan setempat menyimpulkan, pelajaran di sekolah ditangguhkan sementara berdasar koodinasi pemerintah daerah setempat.

  1. Penerbangan terganggu

Erupsi Gunung Taal menyebabkan penerbangan di Filipina terganggu.

Operasi penerbangan di Bandara Internasional Ninoy Aquino telah ditangguhkan.

Penumpang disarankan untuk berkoordinasi dengan maskapai penerbangan masing-masing untuk informasi lebih lanjut.

Tiga penerbangan inbound Philippine Airlines (PAL) dialihkan ke Bandara Internasional Clark.

PAL juga membatalkan semua penerbangan yang dijadwalkan berangkat Manila mulai pukul 7 malam sampai 11 malam hari Minggu.

“Kawah utama Gunung Api Taal telah meningkatkan aktivitas letusannya, menghasilkan letusan yang membumbung setinggi satu kilometer, disertai dengan getaran vulkanik dan gempa bumi yang terasa di Pulau Volcano dan barangay di Agoncillo, Batangas. Ashfall saat ini dihujani di sektor barat daya Taal, ”kata Phivolcs.

Bencana di Filipina

Gunung Api Taal adalah obyek wisata dan merupakan satu gunung berapi paling aktif di negara ini.

Filipina adalah salah satu negara paling rawan bencana di dunia.

Setiap tahun Filipina, dilanda sekitar 20 topan, negara ini juga menjadi “Cincin Api Pasifik” dan sering dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Antara tahun 2000 dan 2016, bencana alam di Filipina menyebabkan lebih dari 23.000 warga tewas dan berdampak pada 125 juta orang.

Pada 2018, puluhan ribu orang diungsikan sebagai Gunung Berapi Mayon, salah satu tempat wisata utama Filipina karena kerucutnya yang nyaris sempurna, meletus.

Ada 24 gunung berapi aktif di Filipina, dengan Taal dianggap sebagai yang paling aktif kedua.

Pada Desember, 19 orang di Filipina tewas setelah lantaran terdampak pulau gunung berapi Selandia Baru yang tiba-tiba meletus dalam ledakan kuat uap, gas, dan abu. (Uli)

INDOLINEAR.TV