Penjara Ini Beri Fasilitas Mewah Dan Gaji Pada Napi

FOTO: grid.id/indolinear.com
Jumat, 16 Agustus 2019

Indolinear.com, AS – Penjara pada umumnya dianggap sebagai tempat menakutkan bagi beberapa orang tindak kriminal.

Apalagi penjara tersebut dikenal sebagai penjara penampung penjahat kelas kakap.

Selain tingkat keamanan dan aturan yang sangat ketat, yang ditakutkan oleh seorang penghuni penjara baru biasanya adalah pergaulan antar Narapidana (Napi) yang kejam.

Hal itu seperti ditunjukkan dalam film-film holywood yang menyoroti kehidupan kejam dalam penjara.

Seperti penjara Alcatraz, yang merupakan penjara yang dibangun di Pulau Alcatraz, di San Francisco, California, AS atau juga penjara Nusakambangan di Indonesia.

Tak jarang sejumlah napi harus mati di tempat tersebut.

Namun, ternyata hal yang dikabarkan tersebut tak seratus persen seperti pada kenyataannya.

Dilansir dari Grid.id (30/07/2019), sebuah penjara ibangun di pulau terpencil, terkadang menjadi neraka bagi para penjahat yang menjalani hukuman di sana justru membuat para napi bahagia selama menjalani hukuman.

Penjara tersebut terletak di Norwegia, Pulau Bastroy, sebuah penjara yang dibangun di pulau terpencil.

Fakta unik dari penjara ini adalah membuat napinya merasa bahagia selamanya.

Pasalnya, penjara ini menawarkan fasilitas yang berbeda.

Jika biasanya penjara memiliki kesan, tempat tidur sempit, toilet yang kotor, dan lingkungan yang kumuh, namun penjara ini berbeda.

Bak penghuni perumahan elit, penjara ini menawarkan layanan jasa dan tempat yang menakjubkan.

Memiliki furnitur yang mewah, kamar nyaman, dan yang mengejutkan tahanan di pulau ini menerima haji selama menjalani hukuman penjara.

Penjara ini dibangun setelah pemerintah setempat membayar pulau itu pada tahun 1898 dan mengubahnya menjadi penjara.

Pulau Bestroy pada awalnya digunakan sebagai penjara bagi pelanggar khusus, saat kejadian sosial Norwegia tahun 1953.

Namun, setelah pengambilalihan, penjara ini diubah menjadi penjara ekologis pertama di dunia.

Total napi yang berada di penjara ini berjumlah 100 tahanan.

Mereka semua dinyatakan bersalah karena telaha melakukan kejahatan.

Namun di penjara ini, mereka diperlakukan sangat terhormat dan memiliki kehidupan yang nyaman.

Mereka memiliki ruangan yang besar, kamar tidur pribadi lengkap dengan peralatan di dalamnya

Bahkan, para tahanan tidak perlu memakai pakaian tahanan, dan seolah-olah tinggal di rumah sendiri.

Bermacam lapangan pekerjaan disediakan untuk para tahanan.

Mereka pun punya hak bebas untuk memilih pekerjaannya sendiri.

Ada yang menjadi peternak, petani, koki, penjual toko kelontong, tukang, mekanik, hingga operator.

Mereka bekerja dan mendapatkan gaji dari apa yang mereka kerjakan.

Namun, uang gaji mereka baru bisa diambil setelah mereka dibebaskan dari penjara.

Jadi, setelah keluar dari penjara mereka memiliki tabungannya sendiri untuk melanjutkan hidupnya di dunia luar.

Hal tersebut membuat banyak tahanan yang memiliki antusiasme untuk bekerja.

Menurut keterangan, seorang tahanan yang dibebaskan dari penjara, bisa membawa uang sekitar 1,5 juta Krona Norwegia (Rp2,4 miliar) saat dibebaskan dari penjara. (Uli)