Pengurus Dekranasda Tangsel Periode 2019-2021 Resmi Dikukuhkan

FOTO: Eksklusif Disperindag Tangsel for indolinear.com
Sabtu, 7 September 2019

Indolinear.com, Tangsel – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Periode 2019-2021 resmi dikukuhkan di Balai Kota Tangsel, Ciputat pada Jumat, 6 September 2019.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maya Mardiana yang juga terpilih sebagai Ketua Harian Dekranasda Tangsel mengatakan bahwa pengukuhan ini telah melalui beberapa persiapan.

“Salah satunya di tahun 2018 kita telah mulai merencanakan kegiatan-kegiatan dan sosialisasi dengan arahan juga bimbingan Dekranasda Banten,” jelasnya.

Dengan adanya keanekaragaman adat istiadat dan seni budaya yang merupakan sumber tumbuh berkembangnya kerajinan, maka perlu adanya wadah khusus, dimana wadah ini menjadi tempat sinergi dan kolaborasi kerajinan.

“Maksud dan tujuan pengukuhan Dekranasda ini untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Kota Tangsel serta membina hasil penemuan dan teknologi baru,” kata Maya.

 

 

Industri kreatif merupakan sektor strategis, maka diharapkan hal ini dapat dijadikan mata pencaharian dan memanfaatkan sumber kreatifitas lokal.

“Dengan terbentuknya Dekranasda ini diharapkan sinergi dapat teruwujud nyata. Promosi, akses kerjasama, sharing ilmu dan pengembangan ilmu bisa terwujud,” katanya.

Sementara, Ketua Dekranasda Tangsel Siti Aas Asiyah mengatakan dengan dikukuhkannya pengurus Dekranasda 2019-2021 maka diharapkan pemerintah, pelaku usaha kerajinan dan pihak swasta dapat berkolaborasi dengan optimal untuk membangun dan mengembangkan potensi kerajinan di Tangsel.

“Saya berharap untuk dapat bersama-sama bahu membahu bekerjasama menyusun formula yang cepat untuk membangun image positif kerajinan di Tangsel,” terangnya.

Bersama-sama ia mengajak agar dapat mengolah strategi untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan warisan budaya untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan.

“Kami minta pengusaha kerajinan untuk berperan aktif, berpartisipasi dalam kegiatan promosi daerah melalui produk unggulan di Tangsel,” katanya.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, terbentuknya Dekranasda di Kota Tangsel merupakan salah bentuk satu jawaban dalam rangka mendukung potensi industri kecil dan menengah di sektor kerajinan.

“Kota Tangsel di usianya yang hampir 11 tahun, dituntut untuk bekerja keras dan terus semangat dalam menciptakan pembangunan serta pengembangan ekonomi kerakyatan yang mensejahterakan masyarakatnya,” jelasnya.

 

 

Salah satu kunci keberhasilan yang sangat penting adalah adanya keterpaduan serta harmonisasi antara pemerintah, pelaku ekonomi, serta masyarakat yang terus dibangun. Ketiga pilar tersebut merupakan satu kekuatan besar yang diharapkan mampu menggali potensi-potensi sumber daya yang ada di Kota Tangsel secara optimal.

“Industri kerajinan dan industri kreatif Kota Tangsel memiliki potensi besar untuk berkembang, dilihat dari posisi yang strategis terletak di antara kota-kota besar serta memiliki ragam budaya yang merupakan modal kita dalam menghadapi era globalisasi di bidang industri kerajinan,” paparnya.

Untuk itu perlu dukungan kerjasama antar pelaku industri dan sektor swasta untuk menumbuhkan wirausaha baru dan meningkatkan kualitas sumber daya kerajinan.

“Dengan demikian untuk menghadapi kompetisi pasar baik dalam maupun luar negeri serta menghadapai era industri 4.0, para pengrajin harus selalu kreatif, kaya ide dan gagasan serta mampu menciptakan sesuatu yang baru dengan memanfaatkan teknologi. Disinilah salah satu peran Dekranasda Tangsel yaitu ikut mendampingi pelaku usaha kerajinan dalam membangun image produk,” paparnya.

Airin berharap dengan dibentuknya Dekranasda Tangsel periode 2019-2021 ini, dapat berperan aktif dalam pengembangan industri kerajinan serta ikut mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera di Kota Tangsel.(Adv)