Penguasa Terakhir Rusia Tsar Nicholas II Dipaksa Turun Tahta

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 18 Maret 2020

Indolinear.com, Jakarta – 15 Maret 1917, Tsar Nicholas II yang menguasai Rusia sejak tahun 1894 dipaksa turun tahta oleh para pejuang Petrograd dan otoritas daerah yang berhasil menduduki pemerintahannya.

Tsar Nicholas II ialah Tsar terakhir Kekaisaran Rusia.

Pada masa pemerintahannya, dilaporkan sering terjadi peningkatan teror, perlawanan, dan kekacauan.

Ia dipaksa untuk memberlakukan sebuah konstitusi bagi negerinya, tetapi kebijakannya justru membatasi pengaruh dan kekuasaan Majelis Perwakilan.

Inilah yang kemudian membuat kelompok oposisi melakukan perlawanan dengan menarik banyak pengikut dan berhasil menurunkan tahtana dalam Revolusi Februari 1917.

Tsar Nicholas II naik tahta pada 1 November 1894 hingga pengunduran dirinya secara terpaksa pada tanggal 15 Maret 1917, dilansir dari Tribunnews.com (16/03/2020).

Dia bertakhta sejak Kekaisaran Rusia adalah sebuah negara adidaya saat itu hingga militer dan ekonominya hancur.

Kekuasaan

Saat ia bertahta, Kekaisaran Rusia mengalami kekalahan besar dalam perang Rusia-Jepang yang menghancurkan total Armada Baltik Rusia dalam Pertempuran Tsushima.

Kalah dalam pertempuran dan kebijakan-kebijakan kekaisaran dianggap sebagai penyebab mundurnya Dinasti Romanov.

Komando Tinggi yang juga dinilai tidak kompeten dalam memimpin jalannya perang menjadi salah satu penyebab kekalahan perang.

Hasil kekalahan dari Perang Rusia-Jepang menyebabkan terjadinya Revolusi Rusia tahun 1905.

Pada tahun 1914, Tsar Nicholas II memimpin negaranya ke dalam perang besar lainnya.

Rakyat kemudian marah dalam kondisi perang saat makanan menjadi langka, tentara tak berdaya dengan perang, serta kekalahan bertubi-tubi yang menghancurkan negara.

Perlawanan

Pada bulan Maret 1917, sejumlah garnisun tentara di Petrograd berkoalisi dengan para pekerja yang mogok dalam menuntut reformasi sosialis.

Mereka berhasil memaksa Tsar Nicholas II turun tahta.

Pengunduran Diri dan Eksekusi

Tsar Nicholas II mengundurkan diri setelah terjadinya Revolusi Februari tahun 1917.

Ia dan keluarganya pertama kali ditahan di Istana Alexander di Tsarskoye Selo.

Seiring waktu berjalan ia dan keluarganya dipindahkan di Rumah Gubernur di Tobolsk, dan akhirnya di Rumah Ipatiev di Yekaterinburg.

Pada saat musim semi 1918, Tsar Nicholas II diserahkan kepada pimpinan lokal Soviet melalui Komisaris Vasili Yakovlev.

Tsar Nicholas II; istrinya, Alexandra Feodorovna; anaknya, Alexei, Olga, Tatiana, Maria, dan Anastasia; dokter keluarga, Evgeny Botkin; dan staf rumah tangga Alexei Trupp, Anna Demidova, dan Ivan Kharitonov, dieksekusi di dalam sebuah ruangan bawah tanah oleh para Bolshevik pada tanggal 17 Juli 1918. (Uli)

INDOLINEAR.TV