Pengorbanan Perempuan Rela Potong Lengan Demi Nikahi Pria Idaman

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 26 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Berita viral hari ini. Pengorbanan seorang perempuan yang rela potong lengan demi nikahi pria idaman. Meski miliki waktu singkat rasakan jadi pasutri. Miliki kanker ganas yang tak tersembuhkan.

Usaha masig-masing memang tak bisa dibandingkan, namun kali ini sepertinya benar-benar tidak biasa.

Seorang perempuan mengidap kanker stadium akhir harus merelakan lengannya diamputasi.

Keputusan ini diambilnya untuk memberi dirinya lebih banyak waktu untuk menikahi pria impiannya.

Shannon Lynch telah berjuang melawan kanker langka di sikunya selama enam tahun terakhir, dilansir dari Tribunnews.com (25/11/2019).

Lengan Shannon harus diamputasi pada tahun 2017 untuk menghentikan perkembangan kankernya.

Tetapi kankernya sekarang telah kembali lagi.

Lalu dokter pun mengatakan bahwa hidupnya mungkin hanya akan sampai 21 tahun.

Operasi berani yang dilakukan Shannon memberinya waktu yang cukup berharga untuk bertemu Ashley (18) hingga mereka menikah sebelum kanker merenggut nyawa Shannon.

Pasangan itu, dari Edenbridge, Kent, Inggris sampai sekarang telah menikmati waktu singkat yang mereka miliki bersama sebagai suami dan istri.

Shannon berkata, “Hari pernikahan saya sangat berarti bagi saya”

“Menyenangkan bisa menunjukkan kepada dunia bahwa saya mengabdi kepada orang yang saya cintai selama sisa hidup saya.”

“Tidak masalah berapa lama saya bersamanya, selama saya bersamanya dan kami bahagia.”

“Kehidupan pernikahan lebih baik daripada yang pernah saya pikirkan,”

“Itu lebih baik daripada yang dikatakan orang, saya selalu bahagia ketika saya bersamanya.”

“Kami berusaha membuat kenangan bersama tetapi sulit pada saat yang sama karena saya bisa sakit dan cepat lelah.”

Pertempuran Shannon dengan kanker di sikunya ini dimulai ketika dia berusia 15 tahun.

Awalnya, rasa sakitnya dianggap sebagai ‘tennis elbow’, tetapi benjolan semakin tumbuh besar dan menyakitkan.

Dia pun melakukan pemeriksaan ultrasonografi, tes darah dan biopsi.

Pada Juli 2013, Shannon didiagnosis menderita sarkoma sinovial – jenis kanker langka yang menyerang jaringan lunak pada sendi tulang.

Pemudi ini akhirnya menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi sebelum menjalani operasi pada Maret 2014 untuk menghilangkan benjolan.

Shannon harus check up setiap tiga bulan untuk memastikan kanker tidak kembali.

Tetapi benjolan lain pun akhirnya muncul pada Juli 2017.

Kanker itu kembali dalam bentuk sarkoma kelas 3, dan untuk menghentikan penyebaran kanker lebih lanjut, dokter harus mengamputasi lengan kanan Shannon.

Shannon berkata, “Saya tahu merelakan lengan kanan saya bisa menjadi perjuangan bagi saya karena saya harus belajar menulis dan melakukan kegiatan dengan lengan saya yang berlawanan.”

“Jika saya tidak mengamputasi tangan kanan saya, maka saya akan memiliki tumor di paru-paru saya jauh sebelumnya.”

“Itu sederhana – mati atau diamputasi.”

“Ketika saya bangun setelah operasi, hal pertama yang saya lakukan adalah melihat lengan saya dan melihat mereka menyelamatkan lebih banyak (bagian lengan) dari yang saya harapkan”

“saya pikir seluruh lengan saya harus diamputasi.”

Pertemuan Shannon dan Suaminya

Pada Desember 2018 Shannon bergabung dengan saudaranya untuk bermain video game di Xbox Live lalu mengobrol dengan temannya Ashley.

Mereka mulai berbicara setiap hari di platform game dan hanya beberapa minggu kemudian, mereka bertemu langsung dan itu adalah cinta pada pandangan pertama.

Ashley dan Shannon secara resmi mulai berkencan pada Januari 2019, tetapi setelah beberapa bulan percintaan, bencana datang.

Shannon dibawa ke rumah sakit dengan infeksi ginjal pada Mei 2019.

Ketika perawatan ginjalnya berhasil, dia tiba-tiba merasakan nyeri dada ekstrem.

Saat melakukan CT Scan, dokter melihat bahwa paru-paru Shannon dipenuhi dengan darah, disebabkan oleh tiga tumor di dalam paru-parunya.

Dokter memberi tahu Shannon bahwa kankernya telah kembali dan kali ini tidak dapat disembuhkan.

Pada bulan Juli 2019, Shannon sangat terpukul mendengar bahwa ia memiliki kurang dari satu tahun untuk hidup.

Shannon berkata, “Seluruh dunia saya terbalik.”

“Saya ketakutan karena saya tahu betapa sulitnya mengobati kanker paru-paru.”

“Mereka bilang aku punya waktu beberapa bulan hingga satu tahun, tapi aku masih berjuang setelah beberapa bulan, jadi aku senang bisa sampai sekarang.”

Sejak pernikahan, Shannon dan Ashley dengan senang hati menjalani kehidupan pernikahan dan memanfaatkan waktu singkat yang mereka miliki bersama.

Shannon hingga kini menjalani kemoterapi untuk memperpanjang waktunya bersama suami barunya.

Dan pasangan ini fokus menikmati hari-hari bersama. (Uli)

INDOLINEAR.TV