Penghargaan Nobel Perdamaian 2020 Dianugrahkan kepada World Food Programme

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 11 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Panitia Penghargaan mengatakan, Nobel Perdamaian 2020 dianugrahkan kepada World Food Programme, Jumat pagi (9/10/2020).

“Kebutuhan akan solidaritas internasional dan kerja sama multilateral lebih menarik perhatian dari sebelumnya,” terang pihak panitia, yang dikutip dari Tribunnews.com (10/10/2020).

Seperti biasa, pengumuman itu disampaikan di Aula Besar Institut Nobel Norwegia di Oslo.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut menerangkan bahwa organisasi kemanusiaan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu “diakui atas upayanya untuk memerangi kelaparan, atas kontribusinya dalam memperbaiki kondisi perdamaian di daerah-daerah yang terkena konflik”.

“Dan untuk bertindak tegas sebagai kekuatan pendorong dalam upaya untuk mencegah kelaparan sebagai senjata perang dan konflik,” terangnya.

“Wow. Wow. Wow. Wow. Aku tidak percaya!,” kata Direktur Eksekutif WFP, David Beasley dalam video yang dibagikan melalui Twitter.

“Ini semua karena keluarga WFP,” kata Beasley.

“Mereka ada di luar sana, di tempat yang paling sulit dan rumit di dunia. Baik itu perang, konflik, iklim ekstrem, tidak masalah. Mereka ada di luar sana, dan mereka pantas mendapatkan penghargaan ini.” terangnya.

Untuk diketahui, WFP dibentuk pada 1961 atas Permintaan Presiden AS Dwight Eisenhower sebagai bentuk bantuan pangan melalui PBB.

Kelompok tersebut mengatakan, WFP aktif di 83 negara dan para stafnya “mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk membawa makanan dan bantuan kepada lebih dari 100 juta anak, wanita dan pria di seluruh dunia yang kelaparan”.

Dalam komentaranya yang diunggah di Twitter, WFP mengaku sangat bersyukur atas anugrah Nobel yang diterima.

WFP Terpilih dari Ratusan Nominasi

Lebih jauh, panitia penghargaan memilih kelompok bantuan makanan dari ratusan nominasi, termasuk Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, politikus sayap kanan Norwegia mencalonkan Trump menerima Nobel Perdamaian atas usahanya di Timur Tengah.

Menurut peluang yang tercantum dalam situs gambling.com, Trump tak masuk dalam daftar favorit untuk menerima anugrah Nobel Perdamaian.

Situs tersebut menerangkan, menjelang pengumuman pada Jumat kemarin, rumah judi mendaftarkan WHO sebagai pesaing teratas.

Kemudian, nominasi teratas menurut situs tersebut diikuti oleh aktivis iklim Greta Thunberg dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Lebih lanjut, organisasi PBB untuk bantuan pengungsi UNHCR dipandang memiliki kesempatan yang sama untuk menerima hadiah seperti Trump.

Pengumuman penghargaan disampaikan oleh Berit Reiss-Andersen, Ketua Komite Nobel Norwegia.

Dia mengatakan, di masa pandemi ini, kerjasama multilateral mutlak diperlukan untuk menghadapi tantangan global.

Secara terpisah, dalam wawancara dengan NPR awal tahun ini, Beasley, mantan Hubernur Carolina Selatan, mengatakan tugas WFP telah berkembang pesat sebagai akibat pandemi Covid-19.

“Sebelum Covid, saya telah memberikan pidato khusus di Eropa dan di Amerika Serikat, bahwa 2020 akan menjadi tahun krisis kemanusiaan terburuk sejak Perang Dunia II,” kata Beasley.

Dia menambahkan, sebelum Covid-19 ada 135 juta orang berada di ambang kelaparan.

“Karena Covid, kami sekarang melihat tambahan 130 juta orang mengetuk pintu kelaparan,” katanya.

Untuk dicatat, panitia Nobel Perdamaian mempertimbangkan 318 kandidat untuk penerima hadiah.

Jumlah terbesar keempat yang pernah ada, nominasi terdiri dari 211 individu dan 108 organisasi.

Penerima Hadiah Nobel 2020 membawa hadiah uang tunai Rp 16,4 miliar. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: