Pengertian Hipospadia, Kelainan Dari Reproduksi Dialami Anggota TNI Serda Aprilia

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 12 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Hipospadia adalah kelainan di mana pembukaan uretra (lubang kencing) berada di bagian bawah penis bukan di ujung. Kondisi ini termasuk cacat lahir atau kondisi bawaan sejak lahir.

Normalnya, uretra terletak tepat di ujung penis. Namun bagi bayi dengan hipospadia, uretra ada di bagian bawah. Sehingga jika tidak segera ditangani, penderita bisa kesulitan buang air kecil. Bahkan untuk berhubungan seksual saat dewasa.

Uretra adalah saluran urine mengalir dari kandung kemih dan keluar dari tubuh. Dengan pengobatan hipospadia yang berhasil, kebanyakan pria dapat buang air kecil dan reproduksi normal. Urine dan sperma berjalan melalui uretra, tabung yang terbuka di ujung penis.

Tetapi anak laki-laki dengan hipospadia dilahirkan dengan lokasi pembukaan, mulai dari mana saja di dalam kepala atau batang penis, skrotum, atau perineum. Hipospadia cukup umum dan terkadang bisa dibiarkan apa adanya. Tapi dokter akan melakukan pembedahan untuk memperbaiki masalah bila diperlukan. Tergantung di mana bukaan pada penis penderita hipospadia.

Jika hipospadia tidak diperbaiki lebih awal, anak laki-laki mungkin harus duduk saat buang air kecil. Dan jika penderita masih memilikinya saat dewasa, mereka bisa mengalami masalah memiliki anak. Karena sulit untuk mengarahkan sperma ke dalam wanita. Maka diperlukan pembedahan oleh dokter.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai kelainan reproduksi ini, berikut pengertian hipospadia beserta penyebab dan penanganannya.

Pengertian Hipospadia

Dilansir dari Merdeka.com (11/03/2021):, Hipospadia adalah cacat lahir (kondisi bawaan) di mana pembukaan uretra berada di bagian bawah penis bukan di ujung. Uretra adalah saluran di mana urin mengalir dari kandung kemih dan keluar dari tubuh.

Hipospadia acap kali terjadi dan tidak menyebabkan kesulitan dalam merawat bayi baru lahir. Pembedahan biasanya akan mengembalikan tampilan normal penis anak. Jika bayi laki-laki Anda lahir dengan penis yang tidak terlihat atau berfungsi sebagaimana mestinya, bisa segera ditangani dan diobati.

Urine dan sperma berjalan melalui uretra, tabung yang terbuka di ujung penis. Tapi anak laki-laki dengan hipospadia, dilahirkan dengan lokasi pembukaan mulai dari mana saja, bisa di dalam kepala atau batang penis, skrotum (buah zakar), atau perineum. Setiap penderita hipospadia kemungkinan memiliki saluran yang berbeda.

Gejala Hipospadia

Dalam kebanyakan kasus hipospadia, pembukaan uretra berada di dalam kepala penis. Lebih jarang terjadi bukaan di tengah atau pangkal penis. Dan jarang pula, di lubang berada dalam atau di bawah skrotum. Akibat kondisi kelainan reproduksi tersebut, gejala hipospadia termasuk:

  1. Pembukaan uretra di lokasi selain ujung penis.
  2. Percikan urine tidak normal saat buang air kecil.
  3. Bentuk penis melengkung ke bawah (chordee)
  4. Kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis.

Komplikasi

Jika hipospadia tidak diobati, dapat menyebabkan:

Penampilan penis yang tidak normal.

Masalah belajar menggunakan toilet.

Kelengkungan penis yang tidak normal dengan ereksi.

Masalah dengan gangguan ejakulasi.

Penyebab Hipospadia dan Faktor Pemicunya

Hipospadia hadir sejak lahir atau bawaan. Saat penis berkembang pada janin laki-laki, hormon tertentu merangsang pembentukan uretra dan kulup. Sementara hipospadia terjadi saat ada kerusakan akibat kerja hormon-hormon ini. Menyebabkan uretra berkembang secara tidak normal.

Dalam kebanyakan kasus, penyebab pasti hipospadia tidak diketahui. Kadang-kadang, hipospadia bersifat genetik, tetapi lingkungan juga dapat berperan. Berikut beberapa penyebab hipospadia dan faktor pemicunya.

  1. Riwayat Keluarga

Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dengan riwayat keluarga hipospadia.

  1. Genetika

Variasi gen tertentu mungkin berperan dalam gangguan hormon yang merangsang pembentukan alat kelamin pria. Ini juga terkait dengan beberapa sindrom genetik.

  1. Perawatan Kesuburan

Orangtua dari bayi pengidap hipospadia mungkin telah menggunakan terapi hormon atau obat untuk membantunya hamil.

  1. Usia Ibu di atas 35 Tahun

Beberapa penelitian menunjukkan, bahwa mungkin ada peningkatan risiko hipospadia pada bayi laki-laki yang lahir dari wanita berusia di atas 35 tahun.

  1. Paparan Zat Tertentu saat Hamil

Penyebab hipospadia selanjutnya, bisa muncul karena terpapar zat tertentu selama kehamilan. Ada beberapa spekulasi tentang hubungan antara hipospadia dan paparan ibu, terhadap hormon tertentu atau senyawa tertentu. Seperti pestisida, paparan rokok, atau bahan kimia industri. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

  1. Prematur

Pencegahan Hipospadia

Anda dapat mengurangi kemungkinan bayi mengalami hipospadia saat hamil, dengan sejumlah langkah sederhana berikut:

  • Hindari merokok atau minum alkohol.
  • Jaga berat badan yang sehat atau ideal.
  • Konsumsi 400 hingga 800 mikrogram (mcg) asam folat per hari (dosis pada botol harus tertera di atas, misalnya 400 mcg.)
  • Rutin mengunjungi dokter Anda.

Segera ke Dokter

Sebaiknya segera kunjungi dokter saat Anda menemukan gejala hipospadia pada anak. Terutama dengan posisi lubang uretra yang tidak normal. Dokter dapat mengidentifikasi hipospadia dengan memeriksa penis bayi selama pemeriksaan rutin setelah lahir.

Seringkali mudah untuk melihat bahwa bukaan berada di tempat yang salah. Dokter akan menyarankan untuk menunda penyunatan dan merujuk Anda ke ahli urologi. Dalam beberapa kasus, penis juga melengkung ke bawah, sesuatu yang oleh dokter disebut chordee. Itu terlihat saat ereksi.

Jenis Hipospadia

Terdapat tiga jenis hipospadia, tergantung di mana letak pembukaan uretra:

  1. Subkoronal: Dekat kepala penis.
  2. Poros tengah: Sepanjang batang penis.
  3. Penoscrotal: Tempat pertemuan penis dan skrotum, atau di skrotum.

Penanganan Hipospadia

Cara kerja pembedahan untuk menangani hipospadia. Jika lokasi bukaan dekat ujung, penis seringkali bekerja cukup baik untuk dibiarkan begitu saja. Tetapi banyak kasus hipospadia memerlukan pembedahan untuk memindahkan uretra, dan membuka ke saluran normal.

Prosedur ini sering kali termasuk meluruskan penis. Tujuan dari koreksi bedah adalah untuk membuat penis dengan fungsi dan penampilan normal dengan lubang uretra sedekat mungkin dengan ujung ventral penis. Operasi ini bertujuan untuk menempatkan lubang kencing ke posisi yang seharusnya.

Koreksi bedah harus menghasilkan aliran kemih yang diarahkan dengan benar dan penis bisa lurus saat ereksi. Pada banyak kasus, fungsi penis anak bisa kembali normal usai operasi. Idealnya, operasi dilakukan saat bayi berusia 3 hingga 18 bulan.

Dokter menggunakan kulit dari kulup atau tempat lain di tubuh untuk memperbaiki lubang. Serta kemungkinan besar tidak akan menyunat, tetapi membiarkan kulup tetap utuh untuk tujuan ini.

Pembedahan untuk memperbaiki kondisi ini sangat berhasil dan aman. Ini juga bekerja pada orang dewasa yang memiliki masalah hipospadia, tetapi lebih sulit. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: