Pengendara Mobil Ini Tak Berani Salip Kakek Pengayuh Sepeda

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Sabtu, 16 Oktober 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang pengendara mobil mengaku tak berani menyalip sepeda yang dikendarai seorang kakek di kawasan Perumahan Nogotirto, Yogyakarta. Aksinya tersebut langsung menarik perhatian publik.

Setelah diperhatikan dengan teliti, ternyata kakek pengendara sepeda itu merupakan salah satu tokoh penting negeri. Ia adalah cendekiawan Indonesia, Buya Ahmad Syafii Maarif atau kerap disapa Buya Maarif.

Momen pengendara tak berani menyalip Buya Syafii Maarif itu pertama kali diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto.

” Saya enggak berani menyalip pengendara bertopi merah ini. Ketemu di kompleks Perumahan Nogotirto,” tulis cuitan akun tersebut. Dilansir dari Dream.co.id (15/10/2021).

Bertemu Buya Syafii Maarif

Dalam video yang diunggah, tampak Buya Syafii Maarif mengayuh sepedanya dengan santai sambil menikmati perjalanan. Ia terlihat berada di tepian jalan dan pengemudi mobil enggan menyalipnya.

Sang pengemudi memilih untuk mengendarai mobilnya dengan sangat pelan di belakang Buya Syafii Maarif.

” Iya, beliau Buya Ahmad Syafii Maarif. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, berkah. Sebagai lentera untuk kita, pun bangsa ini. Aamiin,” ungkapnya.

Ramai Komentar Netizen

Peristiwa tak biasa itu langsung viral di media sosial dan mencuri perhatian publik. Beragam reaksi dari warganet langsung memenuhi kolom komentar.

” Semoga Allah mengaruniakan umur panjang dan kelimpahan kesehatan kepada beliau. Buya adalah penuntun umat Indonesia,” ujar seorang warganet.

” Ketauladanan tentang apa adanya dan tak pernah pecah kongsi antara lisan yang terucap dan perilaku,” timpal warganet lain.

” Titip salam untuk Buya Syafii Maarif. Semoga diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Bangsa ini masih membutuhkan orang-orang seperti beliau,” balas warganet lainnya.

Sekilas Tentang Buya Syafii Maarif

Buya Syafii Maarif merupakan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1998-2005.

Pemikiran Buya Syafii Maarif masih dibutuhkan bangsa dan juga Presiden Joko Widodo. Sang presiden bahkan pada tahun 2015 menawarkan posisi Dewan Pertimbangan Presiden, namun Buya Syafii Maarif menolaknya.

Sang cendekiawan itu memilih menjadi independen. Kemudian Presiden Jokowi memintanya menjadi salah satu Tim Independen mengatasi konflik Polri-KPK dan dirinya menyanggupi serta menjadi Ketua Tim Independen 2015.

Meski merupakan tokoh besar dan banyak disegani banyak orang, Buya Syafii Maarif selalu hidup dalam kesederhanaan. Ia kerap terlihat berpergian dengan sepeda saat berbelanja ke warung, makan di angkringan, hingga naik moda transportasi umum. (Uli)