Pengantin Wanita Membatalkan Pernikahan, Kesal Calon Suami Dan Teman-temannya Mabuk

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 9 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, India – Seorang pengantin wanita di Uttar Pradesh, India, membatalkan pernikahannya sendiri karena kesal melihat calon suaminya mabuk-mabukan.

Dilansir dari Tribunnews.com (08/06/2021), kejadian bermula saat mempelai pria dan teman-temannya tiba di lokasi pernikahan dalam kondisi mabuk.

Upacara pernikahan itu diadakan di Desa Tikri, Kota Pratapgarh, Prayagraj.

Rombongan pengantin pria beserta teman-temannya tiba di upacara sakral itu dalam kondisi terpengaruh minuman keras.

Awalnya, mempelai wanita ini tidak ambil pusing soal keadaan kekasihnya itu.

Namun, wanita itu mulai kesal tatkala calon suaminya memaksa untuk berdansa dengannya di atas panggung sebelum bertukar sumpah.

Pengantin wanita ini menolak hingga marah.

Pengantin pria yang tidak terima dengan penolakan itu akhirnya membuat keributan.

Kejadian itu membuat pengantin wanita malu dan marah hingga memilih keluar dari lokasi upacara.

Dia akhirnya memilih untuk membatalkan pernikahan tersebut.

Menurut laporan media lokal, keluarga mempelai wanita sempat menahan pihak pengantin pria beserta keluarga besar.

Keluarga pihak wanita ingin semua hadiah pernikahan dikembalikan kepada mereka.

Di bawah Undang-Undang Mas Kawin tahun 1961, mas kawin di India dinyatakan ilegal.

Namun, masih banyak keluarga India yang memberi atau menerima uang tunai dan berbagai hadiah atas pernikahan anak-anak mereka.

Polisi sempat dipanggil untuk menengahi situasi agar wanita itu mau menikahi calon suaminya tersebut.

Keluarga mempelai pria berharap polisi bisa memaksa mempelai wanita untuk melangsungkan pernikahan.

“Krisis berakhir ketika keluarga pengantin pria setuju untuk mengembalikan uang tunai dan hadiah lain yang diambil dari keluarga gadis itu ketika pernikahan telah ditetapkan,” kata seorang polisi.

Pada akhir Mei lalu, sebuah pernikahan di Uttar Pradesh hampir batal karena pengantin pria diculik oleh tiga orang.

Mereka bahkan mengancam akan menembak pengantin pria itu jika tetap melangsungkan pernikahan.

Untungnya, pengantin pria berhasil melarikan diri dan memberi tahu calon mertuanya sehingga dapat dilaporkan ke polisi. (Uli)