Pengantin Pria Nangis Minta Maaf Ke Istri Karena Tak Ada Tamu Datang

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 6 April 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 memang membuat segala bentuk kegiatan serba terbatas. Orang dilarang berkerumun untuk mengurangi penularan virus corona.

Banyak negara memang melarang warga mengadakan acara kumpul-kumpul, termasuk menghelat pesta pernikahan. Sehingga banyak pasangan menggelar pernikahan dengan sederhana. Sebagian lagi memilih cara drive thru.

Yang jelas, bagaimanapun acara kawinan itu digelar, pandemi Covid-19 telah memunculkan suka duka tersendiri bagi para mempelai yang menikah, dilansir dari Dream.co.id (04/04/2021).

Dengarlah cerita dari China berikut ini. Mereka harus bersedih karena tak ada satupun undangan yang hadir gara-gara larangan berkerumun selama pandemi Covid-19. Sang pengantin pria pun menangis karena merasa sangat bersedih.

Dalam video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, terlihat pengantin lelaki itu berurai air mata. Pengantin yang gagah itu ditenangkan oleh mempelai wanita.

Sang istri menyeka air mata sang suami dengan tangan lembutnya. Pengantin lelaki itu terlihat meminta maaf kepada sang istri karena tidak bisa menyuguhkan pernikahan seperti impiannya.

Pada 9 Januari 2021 itu, pasangan asal Provinsi Hebei bagian utara, China, tersebut terpaksa menikah tanpa dihadiri keluarga dan rekan-rekan mereka.

Kawasan itu memang menjadi salah satu titik baru penularan virus corona pada awal Januari lalu. wilayah Hebei memang sedang berjuang melawan Covid-19. Pemerintah setempat melarang warga bepergian dan melakukana tes massal.

Sejak 8 Januari 2021, tiga kota di Hebei, termasuk ibukota Shijizzhuang, yang berpenduduk sebelas juta jiwa, ditutup. Tak ada orang yang boleh keluar rumah, kecuali untuk keperluan darurat.

Menurut laporan media setempat, larangan bepergian itu juga berlaku untuk keluarga dan semua orang untuk menghadiri pernikahan rekam mereka. Tak ada yang bisa menyaksikan momen spesial pasangan yang menikah.

Kota itu juga membangun kamp karantina besar yang didesain untuk menampung ribuan warga yang terpapar corona. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: