Pengakuan Desainer Indonesia Pembuat Tas Dari Tulang Belakang Manusia

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Minggu, 2 Agustus 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang perancang busana Indonesia membuat karya kontroversial. Arnold Putra menjual tas tangan yang lidah buaya dan tulang punggung manusia.

Menurut sang desainer, dia mendapat bahan itu dari surplus medis di Kanada. Aksi desainer yang bernama itu menarik perhatian masyarakat jagat maya.

Satu buah tas tangan ini dibandrol dengan harga $ 5.000 olehnya. Tas itu pertama kali dijual pada tahun 2016 silam.

Dilansir dari Dream.co.id (31/07/2020), bentuk tas tangan ini bergaya keranjang, dengan pegangan terbentuk dari apa yang tampak seperti rantai tulang belakang manusia.

Para ahli pun meyakini, yang digunakan Arnold untuk membuat tas itu memang asli tulang belakang manusia.

Terbuat dari Tulang Belakang Anak Penderita Osteoporosis

Arnold Putra hidup dengan gaya yang penuh kemewahan, eksotis, dan selera mode yang tinggi. Bahkan Putra juga merupakan salah satu kolektor mobil paling produktif di Indonesia.

Ia pertama kali menggunakan akun istagram untuk memposting tas tangan itu untuk dijual di beberapa situs mode juga.

Dalam postingannya, ia menyertakan caption yang mengatakan bahwa tas itu terbuat dari tulang belakang seorang anak penderita osteoporosis.

Namun akun itu dikelola oleh orang lain yang membantunya. Bahkan berkontribusi besar dalam penjualan tas unik dan aneh itu.

Tetapi, Putra belum pernah mengatakan secara to the point bahwa tas tangan itu benar-benar terbuat dari tulang belakang manusia atau bukan.

Putra Banjir Cemohan dari Warganet

Ahli osteopati anak mengatakan hampir bisa dipastikan tas tangan itu asli dari tulang belakang manusia, tapi ahli osteopati itu tidak setuju jika tulang itu milik seorang anak.

Sebelumnya tas itu mulai diposting ke media sosial pada tahun 2016 oleh akun Instagram @byarnoldputra. Sejak saat itu pula postingan serupa juga muncul di akun perjalanan @arnoldputra dan juga di situs website dan juga medsos distributor Inggris The Unconventional.

Setelah diunggah, tidak ada yang menarik perhatian warganet saat itu. Baru kemudian pada tanggal 23 Maret seorang mahasiswa dan curator bernama Maxim memposting tangkapan layer dari akun @byarnoldputra ke akun twitter-nya @wqbisabi.

Kemudian setelah itu banyak yang membagikan disertai banyak hujatan dari warganet. Bahkan orang-orang mulai memborbardir Instagram Putra dan distributor karyanya.

Warganet menanyakan darimana bahan itu berasal dan mengapa ia menggunakan tulang belakang manusia sebagai bahan baku tas.

Sisa-Sisa Plastinasi Manusia Dan Kulit Albino

Kemudian The Unconventional mengatakan, Putra sering menukar barang-barang mewah dengan barang-barang berhaga milik suku-suku kuno.

Namun Putra menolak, ia tidak pernah mengunjungi daerah-daerah suku kuno ketika koleksi tas ini dibuat.

Sebaliknya, Putra mengaku mendapatkan bahan itu dari perusahaan medis di Kanada. Dia mengaku membeli tulang dari perusahaan berlisensi, yang menerima spesimen manusia yang disumbangkan untuk pengobatan dan terkadang menjualnya sebagai surplus.

Namun ia tidak memberikan keterangan perusahaan medis apa yang memberikan tulang belakang itu, dan apakah itu tulang belakang manusia asli atau tidak. Dia menolak menunjukkan kepada orang lain karena sudah terikat dengan perjanjian rahasia.

Menurut Putra, tas itu merupakan bagian dari koleksi yang belum selesai dan juga melibatkan bahan serupa untuk desai busana. Sementara untuk lidah buaya ia mengatakan itu adalah produk sampingan dari industri daging dan kulit buaya. Seperti telah diketahui, buaya bukan hewan yang terancam punah di AS.

Menyusul keributan media sosial atas keberadaan tas itu, Putra memposting sebuah kisah di akun instagramnya, bahwa koleksinya berasal dari sisa-sisa manusia yang didestinasi dari kulit albino.

Perdagangan Sisa Tubuh Manusia Memang Legal di Amerika

Putra mengatakan barang-barang lidah buaya itu juga merupakan surplus medis, tetapi ia belum menanggapi permintaan klarifikasi.

Legalitas pembelian dan penjualan tulang manusia bervariasi di seluruh dunia. Menurut National Geographic, perdagangan itu legal di banyak negara bagian AS.

Penjualan ini juga legal di Kanada. Terbukti pada tahun 2017, jaringan Global News TV membuat profil SkullStore yang merupakan toko yang menjual sisa-sisa bagian tubuh manusia.

Situs web-nya bahkan mengiklankan kepala anak yang menyusut dengan harga di bawah 100.000 dollar Kanada.

Pemilik toko itu adalah Ben Lovatt, mengatakan terdapat sejarah Panjang perdagangan tulang untuk bidang Pendidikan, budaya dan keperluan pribadi.

Putra merespons hujatan para netizen terkait karyanya itu. Ia mengatakan bahwa karya ini adalah bagian dari proses pembelajaran kreatif yang harus melibatkan oposisi, karena jika tidak dialihfungsikan, tulang itu hanya menjadi tulang saja. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: